Home / Sulsel / Wajo

Kamis, 19 November 2020 - 12:49 WIB

Wakil Bupati Wajo: Aplikasi yang Memuat Data Harus Disusun Secara Terintegrasi

MEDIASINERGI.CO WAJO — Pemerintah Kabupaten Wajo melalui Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Kominfotik) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Sistem Satu Data Indonesia Tingkat Kabupaten di di Ruang Pola Kantor Bupati Wajo Kamis, 19 November 2020.

Rakor tersebut dibuka resmi oleh Wakil Bupati Wajo H. Amran SE. Hadir mendampingi Wakil Bupati Wajo epala Dinas Kominfotik Wajo Dwi Apriyanto.

Dalam sambutannya, H. Amran SE menegaskan bahwa, data dan informasi harus tersaji tepat waktu, valid dan mutakhir. Aplikasi yang memuat data dan informasi harus disusun secara terintegrasi, tidak boleh dilakukan terpisah satu dengan lainnya.

“Kita akan mewujudkan satu basis data yang terpusat dan terintegrasi, sehingga kita mencoba untuk melakukan fasilitasi dan pembinaan dalam pengelolaan data melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dengan portal satu data yang melibatkan seluruh perangkat daerah, desa/kelurahan maupun pemangku kepentingan lainnya. Portal satu data diharapkan dapat memecahkan dan menjawab segala kebutuhan data,” ujarnya.

Baca  Dorong Kemandirian Organisasi, PWI Sidrap-Enrekang Gagas BUMP

Dikatakan, perangkat daerah, desa/kelurahan sebagai produsen data yang menghasilkan dan menginput data pada portal satu data melalui operator dapat menyusun, mengumpulkan dan mengolah data selanjutnya menyampaikan data dimaksud kepada walidata dalam hal ini Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik. Baik produsen data dan walidata merupakan satu kesatuan yang utuh dan bulat.

“Ini adalah langkah awal, ke depan kita akan melakukan peningkatan dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia baik melalui pertemuan forum satu data maupun pertemuan-pertemuan lainnya. Saya mengharapkan kerjasama, kerja keras, kerja ikhlas dan kerja tuntas dalam penerapan portal satu data untuk mewujudkan sistem satu data Indonesia di Kabupaten Wajo,” pungkas Amran SE.

Baca  PWI Gelar Workshop Jurnalistik Kelapa Sawit

Amran SE mengungkapkan, berbagai aplikasi telah dibuat dengan anggaran yang cukup besar. Jangan sampai setelah berbagai aplikasi itu selesai, tidak dapat difungsikan sebagaimana tujuan yang diharapkan, karena tidak terisikan data dan informasi tersebut.

“Olehnya itu, kita saat ini membutuhkan pejuang-pejuang yang bernamakan “operator” untuk mengisi data dan informasi pada aplikasi itu. Jangan sampai setiap rupiah yang kita keluarkan, tidak memberikan manfaat sebesar-  besarnya bagi kesejahteraan masyarakat.,” ungkapnya.(Adv)

Editor: Muh. Hamzah

Share :

Baca Juga

HALO POLISI

Sambut HUT Bhayangkara ke 73, Polda Sulsel Gelar Pasar Murah

Makassar

STIK-PTIK Akan Dinaikkan Statusnya, Wakapolda Sulsel Hadiri Kegiatan MoU Antara Empat Polda dan Empat Universitas

HALO POLISI

Pamit Untuk Memetik Sayur, Nenek Ini Ditemukan Tewas Mengapung di Danau Tempe

HALO POLISI

Pohon Tumbang, Sabhara Polda Sulsel Gerak Cepat Evakuasi

Daerah

Pemkab Wajo Sosialisasi Pembentukan Yayasan Pembina Kemaslahatan Ummat

Makassar

Kabid Propam Polda Sulsel Cukur Rambut Polisi yang Tidak Rapih

Sulsel

PWI Sulsel Kembali Gelar UKW Angkatan 18

Makassar

Saat Patroli, Ditsabhara Polda Sulsel Bubarkan Balap Liar