Oleh H Rukman Nawawi
MEDIASINERGI.CO — Amalan Sunnah pada berpuasa di Arafah yang dilaksanakan sebelum hari Raya Idul Adha.
Sultan Abdillah mengunkapkan dalam Risalah Puasa, ditujukan bagi muslim yang tidak menjalankan ibadah haji untuk menghormati saudara muslim yang melaksanakan wukuf di Arafah.
Mengacu pada keterangan hadits bahwa Pelaksanaan Puasa Arafah 2022 pada keterangan hadits Rasulullah SAW. Diriwayatkan dari Hafshah binti Umar bin Khattab tentang amalan yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah,
عَنْ حَفْصَةَ قَالَتْ أَرْبَعٌ لَمْ يَكُنْ يَدَعُهُنَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صِيَامَ عَاشُورَاءَ وَالْعَشْرَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْغَدَاةِ
Artinya: Dari Hafshah RA, ia berkata, “Ada empat hal yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah SAW yaitu, puasa Asyura, puasa sepuluh hari, puasa tiga hari setiap bulan, dan dua rakaat sebelum Subuh,” (HR Ahmad dan An Nasa’i).
Abduh Zulfidar Akaha dalam buku 165 Kebiasaan Nabi SAW berpendapat, puasa sepuluh hari yang dimaksud adalah puasa sepuluh hari bulan Zulhijah di luar hari Idul Adha dan hari-hari Tasyriq. Puasa sepuluh hari bulan Zulhijah inilah yang mencakup puasa Arafah.
Puasa Arafah yang diyakini banyak orang muslim dilaksanakan pada 9 Zulhijah atau tepat sehari sebelum Hari Raya Idul Adha.
Sementara penanggalan Masehi, jadwal puasa Arafah 2022 baru dapat diketahui setelah sidang isbat dan penentuan awal Zulhijah digelar pada Rabu, 29 Juni 2022. mendatang
Di sisi lain, Muhammadiyah sudah mengeluarkan maklumat Muhammadiyah tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1443 Hijriah. Hasilnya, 9 Zulhijah 1443 Hijriah atau puasa Arafah dimulai pada hari Jumat, 8 Juli 2022 mendatang.
Puasa Arafah ini diketahui mengandung banyak keutamaan bagi yang menjalankannya.
















