Aspirasi terkait persoalan desil dan pendataan masyarakat juga menjadi perhatian dalam diskusi bersama warga.
Sedangkan di titik keenam yang berlangsung di Jalan Baji Rupa, masyarakat menghadirkan gagasan yang lebih inovatif terkait pengelolaan lingkungan. Warga mengusulkan pengadaan mesin pengolah sampah plastik menjadi minyak, rehabilitasi lorong dengan mural edukatif, hingga penyediaan alat penghancur botol plastik.
Selain itu, pembangunan posyandu di lahan pemerintah juga diharapkan dapat segera direalisasikan demi meningkatkan pelayanan kesehatan warga.
Selanjutnya, warga Kelurahan Tanjung Merdeka menyoroti persoalan drainase dan kebutuhan air bersih.
“Kami meminta pengerukan saluran air serta penambahan jalur pembuangan air hujan menuju danau guna mengurangi risiko banjir. Keluhan terkait sulitnya akses air bersih akibat jauhnya instalasi pipa induk juga menjadi sorotan utama dalam reses tersebut,” ungkapnya.
Di titik terakhir yang berlangsung di Kelurahan Barombong, warga kembali menegaskan pentingnya pembenahan drainase dan pembangunan infrastruktur jalan.
Tak hanya itu, masyarakat meminta validasi data bantuan sosial agar lebih tepat sasaran serta perhatian terhadap pendataan ODGJ di wilayah tersebut.
Aspirasi mengenai penambahan armada truk sampah juga disampaikan demi menunjang kebersihan lingkungan secara maksimal.
Muhammad Farid Rayendra menegaskan seluruh aspirasi masyarakat yang dihimpun selama reses akan menjadi bahan perjuangan di DPRD Kota Makassar.
“Kebutuhan dasar masyarakat seperti drainase, infrastruktur jalan, kebersihan lingkungan, hingga pelayanan sosial harus menjadi prioritas pembangunan agar kualitas hidup warga dapat terus meningkat secara merata di seluruh wilayah Kota Makassar,” tutupnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















