Masyarakat meminta agar DPRD Kabupaten Wajo segera memanggil pihak PLN ULP Sengkang dan menyampaikan permasalahan ini kepada PLN UP3 Watampone, guna dilakukan peningkatan jaringan maupun penambahan sarana kelistrikan yang dibutuhkan.
Menanggapi hal itu, Amran menjelaskan bahwa upaya penyelesaian masalah ini sebenarnya sudah mulai dilakukan sejak sebelumnya.
“Sebenarnya persoalan ini bukan baru saya ketahui hari ini. Saya sudah meminta PLN ULP Sengkang melakukan peninjauan ke lokasi, dan juga sudah mendatangi kantor mereka untuk menagih kepastian penanganan. Namun sampai saat ini belum ada perubahan, karena menurut pihak PLN pelaksanaannya masih menunggu persetujuan dari PLN UP3 Watampone. Hal ini tentu sangat memprihatinkan, karena masyarakat sudah terlalu lama menunggu kepastian,” jelas politisi dari Fraksi PPP-Gelora ini.
Amran menegaskan bahwa pelayanan kelistrikan adalah hak dasar masyarakat yang tidak boleh dibiarkan begitu saja. Oleh karena itu, ia memastikan akan membahas masalah ini secara resmi melalui mekanisme Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di lingkungan DPRD Kabupaten Wajo.
“Melalui RDPU nanti, kami akan mengundang pihak PLN ULP Sengkang maupun PLN UP3 Watampone, perangkat desa, pemerintah kecamatan, serta perwakilan warga agar masalah ini dibahas secara terbuka dan tuntas. Kami akan menuntut adanya komitmen serta jadwal waktu yang jelas dari PLN, sehingga warga tidak terus-menerus menjadi korban pelayanan yang belum maksimal,” tegasnya.
Anggota DPRD ini juga berjanji tidak akan berhenti sebelum masalah ini benar-benar terselesaikan.
“Saya tidak ingin semua ini hanya berhenti pada pertemuan atau janji saja. Saya akan terus mengawal sampai warga di Tanatempare’e mendapatkan pelayanan listrik yang layak, stabil, dan aman. Masyarakat sudah melaksanakan kewajibannya dengan membayar tagihan, maka mereka juga berhak mendapatkan pelayanan yang setara dengan wilayah lainnya,” tambahnya.
Selain masalah kelistrikan, warga juga menyampaikan harapan agar ruas jalan Tancung–Palippu segera mendapatkan penanganan pengaspalan, mengingat jalur ini merupakan akses utama yang sangat penting untuk menunjang pendidikan, perekonomian, dan mobilitas sehari-hari. Masyarakat juga meminta perhatian terhadap peningkatan pelayanan air bersih, baik dari sisi penambahan jaringan maupun kapasitas sistem pengelolaannya agar dapat melayani kebutuhan warga secara berkelanjutan.
Amran menegaskan seluruh usulan yang diterima dari masyarakat akan segera diproses dan diperjuangkan bersama pemerintah daerah serta instansi terkait, agar segera masuk ke dalam rencana pembangunan dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga di wilayah Kecamatan Tanasitolo. (Humas DPRD Wajo)
















