Wakil Bupati H. Amran Mahmud mengaharapkan kepada tehnisi korea tersebut, supaya memeriksa apa yang menjadi kendala terkait alat yang bisa diganti karena rusak berat.
Wakil Bupati Wajo H. Amran, SE berharap bahwa ketika nanti RPC ini sudah beroperasi maka gabah petani yang ada di kabupaten Wajo akan ditutup untuk dibawah ke Kabupaten tetangga untuk diproses. “semuanya akan diproses di RPC ini dan tentunya kita akan punya branding beras sendiri nantinya,” ujarnya.
Amran SE mengungkapkan, jadi ini bisa nantinya ditambah 2 driyer lagi supaya lebih optimal.
Sekadar diketahui bahwa, dulu ketika beroperasi diawalnya bisa memproduksi 3 ton gabah dalam satu jamnya.(Advertorial)
















