Ketua PCNU Kabupaten Wajo juga menuturkan, Pagar Nusa ini akan menjadi pagar NU dan bangsa sehingga ke depan seluruh Ponpes yang bernaung di NU harus memiliki Pagar Nusa untuk mengembangkan pencak silat milik NU di Kabupaten Wajo.
“Bahkan tidak hanya NU, Pagar Nusa ini sudah menjadi milik bangsa yang bisa diikuti oleh siapa saja. Mari kita ikutkan anak-anak kita agar menjadi generasi yang otaknya cerdas, fisiknya kuat, dan bisa menjadi atlit yang berprestasi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua IPSI Wajo Sutarno Wiratmaja memberikan aspresiasi dengan dibukanya Perguruan Pagar Nusa di Kabupaten Wajo.
Mantan atlit ini menuturkan, di Kabupaten Wajo sudah ada sepuluh perguruan pencak silat saat yang berada di bawah naungan IPSI, salah satunya adalah Pagar Nusa yang mana ketua PC Pagar Nusa juga merupakan Bendahara IPSI Wajo.
Untuk itu, ia memberikan tantangan kepada Pagar Nusa agar ke depan mampu lebih besar lagi dan menciptakan atlit yang berprestasi.
“Saya juga berharap kepada setiap perguruan, meski beda tradisi dan beda baju, namun di IPSI tetap satu. Kita semua bersaudara,” jelasnya.(Rls)
Editor: Muh. Hamzah
















