“Sedangkan kegiatan hilir yang meliputi pemintalan benang sutra, pertenunan kain sutra, pewarnaan sutra, hingga diversifikasi produk sutra akan terus diupayakan untuk menghasilkan produksi sutra yang berkualitas. Mempunyai nilai jual tinggi yang pada gilirannya dapat meningkatkan pendapatan para pelaku UKM perajin sutera,” ucapnya.
Amran Mahmud berharap, kepada pemateri Defrico Audy agar membantu memberikan inovasi dan menggugah perajin sutera Wajo untuk bisa lebih mengembangkan kreativitasnya.
“Kita ingin agar sutra Wajo ini agar tidak hanya terkesan pakaian untuk kegiatan resmi atau acara tertentu. Kita ingin agar sutra ini bisa juga menjadi pakaian pilihan milenial dengan model dan kreativitas yang menarik. Saya minta kepada pemateri kita untuk bisa menjawab harapan saya ini dengan menyampaikannya kepada peserta pelatihan. Juga bagaimana upaya untuk menggaet kaum milenial untuk bisa ikut mencintai bahkan ikut dalam proses tenun sutera itu sendiri,” tuturnya.
Amran Mahmud juga meminta kepada seluruh peserta pelatihan agar tidak menyia-nyiakan kesempatan pelatihan ini. “Apalagi pemateri kita ini sengaja didatangkan dari Jakarta, Beliau ini desainer yang sering tampil di salah satu TV nasional. Jadi, saya berharap kita semua mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh sehingga bisa mendapatkan ilmu dari pemateri. Karena yang paling penting nantinya adalah bagaimana pengaplikasian dari hasil pelatihan. Insyaallah jika kita bersungguh-sungguh, BNI akan siap membantu kita,” harapnya.
Kepada kepala perangkat daerah terkait yang hadir, Amran Mahmud meminta agar membantu menyukseskan dan mengawal program ini. “Saya harap kita semua bisa mengawal dan menyukseskan program ini. Kegiatan ini bukan hanya selesai besok, tapi bagaimana kita bisa mengawal dan menyukseskannya dalam rangka pengembalian kejayaan sutra Wajo,” pintanya.
Pimpinan Wilayah 7 BNI Sulsel, Sulbar, Sultra, dan Maluku, Hadi Santosa, menyampaikan bantuan pelatihan ini diberikan karena melihat kesungguhan dari Bupati Wajo dalam mengembangkan potensi daerah.
“Kami apresiasi kepada Bapak Bupati melihat usaha beliau dalam rangka mengembangkan perekonomian Wajo. Salah satunya melalui potensi unggulan, yaitu pengembangan sutra wajo. Selain itu, juga menjadi tanggung jawab sosial kami untuk membantu pemulihan ekonomi,” katanya.
Sekadar diketahui, pelatihan ini diikuti 50 perajin UMKM tenun sutera. Pelatihan hanya akan berlangsung sehari pada Rabu (25/8/2021). (Syaf)
Editor: Manaf Rachman
















