Sementara Wahyu Hamdika dari Bappenas mengatakan hal yang sama, tujuan pelatihan ToT ini adalah Meningkatkan kemampuan peserta dalam pelaksanaan DMD/K, memahami konsep data, analisis, perencanaan, penganggaran, pelayanan dan Monev pada aplikasi SEPAKAT desa/ kelurahan dan meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan peserta untuk menjadi pelatih dalam kegiatan DMD/K serta peserta memahami proses penyelenggaraan dan pemanfaatan DMD/K dalam pembangunan di daerah.
“Peserta dapat menjelaskan konsep dasar pelaksanaan DMD/K melalui SEPAKAT desa/ kelurahan dalam mendukung pelaksanaan reformasi sistem perlindungan sosial dan menjadi inisiator kebijakan perluasan pelaksanaan DMD/K melalui SEPAKAT desa – kelurahan di daerah lain,” ujarnya
Pelatihan ini diikuti 21 orang peserta perwakilan dari Sekretariat Tim Kabupaten untuk Penanggulangan Kemiskinan (TKPK), Bappeda, Sekretariat Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT) SIPAKATAU, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Kominfo, Badan Perwakilan Desa.
Serta perwakilan dari masing-masing 5 Desa dampingan KOMPAK yakni Desa Baruga, Desa Lumpangan, Desa Biangloe, Desa Nipa-Nipa, dan Desa Borongloe, dan Perwakilan SLRT.(rudi)
Editor: Ismail Asnawi
















