Adapun benih jagung hibrida ini dialokasikan di Kecamatan Sinjai Utara untuk luas lahan 115 hektar, Tellulimpoe 251 hektar, Sinjai Timur 59 hektar, Sinjai Selatan 30 hektar, Sinjai Tengah 215 hektar, Sinjai Borong 465 hektar dan untuk Kecamatan Bulupoddo seluas 696 hektar.
Menurut Kamaruddin, bantuan alokasi benih jagung hibrida untuk petani di Sinjai tahun ini seyogyanya untuk luas lahan 1.000 hektar, namun berkat petunjuk dari Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA) jumlah ini meningkat menjadi 1.831 hektar.
“Awalnya kita mendapatkan alokasi benih jagung dari Kementerian untuk luas lahan 1.000 hektar. Namun dalam diskusi kami bersama Pak Bupati beberapa waktu lalu di Bulupoddo beliau meminta kepada saya untuk ditambah lagi dengan mengusulkan kembali, Alhamdulillah Kementan merespon baik usulan kami sehingga ada tambahan sekitar 800 hektar lebih,” ujarnya.
Penanaman jagung dimulai saat ini untuk periode Oktober – Maret, apalagi kondisi cuaca yang sudah mulai mendukung. “Kita harapkan benih ini sudah harus tertanam semua paling lambat bulan Desember sehingga akan menambah produksi jagung di tahun 2022 mendatang,” ungkapnya. (Irwan)
Editor: Manaf Rachman
















