Amran Mahmud menuturkan, di beberapa cabor banyak juga putra Wajo yang bisa menorehkan prestasi. “Misalnya di PON Papua kemarin, ada atlet kita yang menyumbangkan medali perak dan perunggu. Begitu juga di Peparnas (Pekan Paralimpik Nasional) baru-baru ini, cabor atletik dan bulu tangkis juga menyumbangkan medali perak dan perunggu. Ini prestasi yang luar biasa yang dimiliki putra daerah kita,” bebernya.
Selain itu, juga ada pembalap internasional asal Wajo–meskipun sudah pindah domisili ke Jakarta–tetapi dia adalah putra Wajo. Selain itu, banyak lagi putra Wajo yang berprestasi dan tersebar di seluruh wilayah nusantara.
Amran Mahmud juga meminta kepada Dispora Sulsel untuk dibantu mengawal usulan pembangunan Gedung Olah Raga (GOR) di tingkat pusat yang ditunda pembangunannya akibat refocusing anggaran untuk penanganan pandemi.
“Kami juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada para pemerhati olahraga yang luar biasa membantu kami di Wajo. Seperti anak-anak kita yang dikarantina di Makassar untuk berlatih bulu tangkis, itu non-APBD, murni dari bantuan para pemerhati,” ucapnya.
“Selamat dan sukses untuk pelaksanaan kegiatan ini. Salam Olahraga!” tutupnya.
Pada kegiatan ini, Amran Mahmud bersama beberapa tokoh lainnya mendapatkan penghargaan sebagai Insan Peduli Olahraga Kabupaten Wajo.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi senam kreasi bulu’ alauna tempe yang ditandai dengan pelepasan balon. Setelah itu, dilanjutkan dengan senam bersama. Tampak Amran Mahmud dan Andi Arwin bersama undangan lainnya serius mengikuti senam.
Kegiatan ini juga turut dihadiri Sekretaris Dispora Sulsel, Andi Bau Sangkawana, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Wajo, Sekda Wajo, pimpinan perangkat daerah, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Wajo, Suyuti Mahmud, ketua pengurus cabor, serta peserta didik dari satuan pendidikan. (din)
Editor: Manaf Rachman

















