Home / Tak Berkategori

Selasa, 8 Februari 2022 - 11:08 WIB

Mengingat Bang Tarman dan Mas Margiono

Mengikuti secara serius Konvensi Nasional Media Massa dikendari nampak Ketua Dewan Pers Prof. Dr. Muhammad Nuh(dua dari kiri) dan Wakil Ketua Dewan Pers Hendry Ch Bangun (kiri) di Hotel Claro    Kendari 8 Februari 2022.

Mengikuti secara serius Konvensi Nasional Media Massa dikendari nampak Ketua Dewan Pers Prof. Dr. Muhammad Nuh(dua dari kiri) dan Wakil Ketua Dewan Pers Hendry Ch Bangun (kiri) di Hotel Claro Kendari 8 Februari 2022.

Boss-boss itu pun diundang hadir dan merasakan kemegahan perayaan HPN. Nama-nama besar dunia usaha dan juga pimpinan parpol, bergabung dengan menteri-menteri dan pejabat tinggi, di puncak acara. Termasuk misalnya mempertemukan Surya Paloh dan Harry Tanoesudibjo di HPN Lombok, yang saat itu menjadi hot issue karena Harry Tanoe keluar dari Partai Nasdem dan membuat partai baru. Juru foto dan wartawan menjadikan mereka sasaran ketika duduk berdekatan di barisan depan menunggu kehadiran Presiden Joko Widodo

HPN menjadi terasa wah karena jet-jet pribadi juga parkir di bandara. Dan tanggal 8 Februari malam, para pengusaha ini mengajak ngobrol santai para pimpinan media kadang sampai midnight membicarakan apa saja termasuk gossip-gossip. Informasi background, tahu hal-hal yang tabu menjadi berita, sangat bermanfaat bagi pimpinan media agar tetap tahu berita terkini

Besarnya keterlibatan badan usaha ini bisa terjadi karena Mas Margiono dengan Harian Rakyat Merdeka memang memberi ekspos besar bagi HPN. Biasanya mereka membuat edisi khusus HPN, yang hari itu dicetak dengan jumlah halaman lebih banyak yang dibagikan gratis di arena. Menteri dan Boss BUMN, begitu pula badan usaha mendapat ekspos istimewa sebagai bonus atas sponsorship atas acara HPN. Saling menguntungkan.**

Baca Juga:  Wakil Bupati Maros Suhartina Bohari Kunjungi Tempat Pelelangan Ikan Labuang

Hal lain lagi adalah Mas Margiono sangat menghormati senior. Setiap HPN semua wartawan senior akan diundang hadir. Dibuat daftar, dan dikontak, dan akan diberi tiket dan akomodasi selama HPN

Bukan hanya anggota PWI tetapi semua wartawan yang berjasa bagi perkembangan pers di Tanah Air. Maka saat sarapan di hotel baik itu tanggal 7 atau 8 Februari adalah momen-momen mengharukan. Khususnya bagi mereka yang kurang aktif, atau berada di pelosok daerah, bertemu lagi dengan kolega setelah 20 tahun, 30 tahun, menciptakan suasana hangat

Ya, HPN dijadikan ajang silaturahmi semua wartawan Indonesia, terlepas dari perbedaan sikap dan pandangan. Bagi wartawan muda dan wartawan daerah, HPN juga menjadi knowledge sharing dan foto bersama. Kapan lagi berjumpa Rosihan Anwar, mahaguru wartawan Indonesia? Atau menyapa Atmakusumah, Fikri Djufri, Sabam Siagian, Tribuana Said, atau banyak lagi, yang telah menorehkan nama mereka dalam sejarah pers nasional?

Kehadiran minimal 1000 wartawan, kadang lebih, sungguh menjadi peristiwa langka, sehingga kadang acara resminya menjadi tidak penting bagi mereka. Mereka banyak yang bernoslagia, sekadar ngobrol di tempat makan atau sisi luar ruangan acara.

Baca Juga:  Cakupan Vaksinasi Bagi Lansia di Sinjai Masih Kisaran 42 Persen

Hadir di acara HPN karena itu tidak terjelaskan secara ilmiah, tidak bisa dikalkulasi secara ekonomis, karena menyangkut faktor psikologis atau mungkin sosiologis. Ada ratusan orang yang mengeluarkan jutaan rupiah untuk biaya tiket pesawat plus penginapan. Seperti di Kendari ini, ada puluhan atau seratus lebih, wartawan dan keluarga wartawan yang rela naik kendaraan jalur darat menempuh waktu lebih dari 24 jam, untuk datang. Dari Sulawesi Tengah, dari Gorontalo, bahkan dari kabupaten dan kota di Sultra, yang berada di sisi lain sehingga perlu waktu beberapa jam untuk sampai mengadiri HPN.

Mereka hadir tidak sekadar untuk menyerap ilmu dan menyampaikan pendapat tentang kehidupan pers yang mereka alami di daerah mereka, di dalam konvensi ataupun diskusi-diskusi terpisah. Mereka datang untuk bertemu saudara-saudaranya satu profesi. Ataupun berjumpa wartawan-wartawan terkenal yang selama ini hanya bisa mereka baca tulisannya, atau lihat wajahnya di televisi.

Dirgahayu HPN. Mari kita bersatu. Semoga pers Indonesia tetap hidup dan bertahan meskipun digempur pandemi Covid, iklan yang kian menurun, perkembangan teknologi yang mengubah pola masyarakat mengonsumsi informasi.

Kendari 8 Februari 2022.

Share :

Baca Juga

Sulsel

Respons Aduan di Lontara+, Pemkot Makassar Gerak Padamkan Kebakaran Sampah di Jalan Leimena

Sulsel

Satpol PP dan BPKPD Wajo Bergerak, Reklame Tak Patuh Pajak Jadi Sasaran

Makassar

Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Desak APH Usut Tuntas dan Hukum Berat Kakek Cabuli 32 Murid SD di Makassar

Sulsel

Nasir Rurung Perkuat Peran Pemerintah Lindungi Generasi Muda dari Bahaya Narkoba

SOPPENG

Polres Soppeng Sasar Pelajar, Gencarkan Binluh Narkoba dan Tertib Berlalu Lintas

Sulsel

Auditor KONI Makassar Tegaskan Dana Hibah Cabor Sudah Sesuai Regulasi, Tuduhan LSM Tak Berdasar

Olahraga

Putra Terbaik Takalar Renaldy Junior Raih Podium 2 di Ajang R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship 2026

Sulsel

Respons Isu Hibah Rp15 Miliar, Ketua KONI Makassar: Sudah Sesuai Aturan dan Disetujui DPRD