“Terdapat banyak Museum yang ada di kota Makassar, ada Lagaligo, Benteng Rotterdam, Museum Kota Makassar dan lain sebagainya,” jelasnya.
“Oleh karena itu, saya kira guru sejarah dan guru budaya ini momentum sangat tepat sekali disampaikan kepada anak-anak. Mari kita mengajak dan mengenali budaya kita di Museum yang ada di kota Makassar,” harapnya.
Sedangkan ditempat yang sama, Kepala Sekolah SMPN 6 Makassar, Dr. H. Munir, S.Ag, M.Ag mengatakan bahwa, Jumpa Sahabat Museum merupakan program dari Dinas Kebudayaan DIY dan mereka berkunjung ke beberapa tempat yang dianggap mempunyai nilai sejarah, termasuk SMPN 6 Makassar. Karena SMPN 6 ini termasuk kawasan Cagar Budaya di wilayah sekitarnya.
“Tentunya kami sangat bergembira karena SMPN 6 mendapatkan banyak manfaat yang dapat kita peroleh khususnya untuk anak-anak kita bisa belajar sejarah melalui benda-benda cagar budaya, melalui situs-situs cagar budaya yang ditampilkan secara visual dengan sangat jelas,” ujar H. Munir.
Kemudian lanjut H. Munir menambahkan, kegiatan ini juga akan diadakan pameran di Museum Kota Makassar selama 5 hari. Dimana disana akan dipamerkan benda-benda budaya, kemudian mereka juga membawa miniatur Museum yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
“Kegiatan ini sangat kami respon, bahkan kami rencanakan semua siswa SMPN 6 Makassar harus diberikan kesempatan untuk mengunjungi pameran tersebut, karena akan memberikan percepatan pemahaman anak-anak mengenai sejarah,” pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut, turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, H. Muhyiddin, SE, MM, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Makassar, H. Aminuddin A. Tarawe, Phd, perwakilan Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Kepala Sekolah SMPN 6 Makassar, Dr. H. Munir, S.Ag, M.Ag, Kepala Museum Kota Makassar, Dra. Nur Harian Dahlan, M.Hum, Kepala Seksi Permuseuman Dinas Kebudayaan DIY, Wismarini, SE, M.Hum dan siswa-siswi SMPN 6 Makassar.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















