Home / Tak Berkategori

Jumat, 20 Mei 2022 - 14:46 WIB

Hari Lupus Sedunia, Pemkab Wajo Ingatkan Masyarakat Bahaya Penyakit Lupus

MEDIASINERGI.CO WAJO — Bupati Wajo, Amran Mahmud, meminta pendataan dan deteksi menyeluruh wilayah yang rawan penyakit lupus. Menurutnya, penyakit ini akan berakibat fatal dan bisa menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan baik.

Amran Mahmud menyampaikan hal ini menghadiri dan membuka peringatan World Lupus Day 2022 yang digelar di Ruang Pola Kantor Bupati Wajo, Jumat (20/5/2022). Peringatan World Lupus Day atau Hari Lupus Sedunia diperingati tiap 10 Mei.

Kegiatan ini digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo melalui Dinas Kesehatan Wajo bekerja sama Perhimpunan Reumatologi Indonesia Cabang Makassar dan Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia Cabang Makassar dalam bentuk seminar yang mengulas tema Mengenal Penyakit Lupus Eritematosus Sistemik dan Penyakit Sendi dan Reumatik Lainnya.

Baca Juga:  Laju Pertumbuhan Ekonomi Sinjai Meningkat Ditengah Pandemi, Anggota Komisi XI DPR RI Puji Kinerja Bupati ASA

Kegiatan ini ini dihadiri Ketua DPRD Wajo diwakili Wakil Ketua II, Andi Senurdin Husaini, kepala perangkat daerah, camat, para direktur rumah sakit, pimpinan organisasi wanita dan organisasi kesehatan, kepala puskesmas, kepala sekolah, para pengurus Forum Kabupaten Sehat, serta panitia dan peserta lainnya.

Amran Mahmud menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. “Seminar ini tentu sangat dibutuhkan sebagai sosialisasi kepada masyarakat tentang gejala penyakit lupus. Tentu akan berbeda penanganannya jika sudah lama bergejala penyakit ini, namun tidak diketahui bahkan tidak ditangani,” ucapnya.

Oleh karena itu, lanjut Amran Mahmud, esensi dari kegiatan ini adalah bagaimana peserta yang hadir bisa membantu menyebarluaskan dan menyosialisasikan kepada masyarakat. Pencegahan sejak dini tentu lebih baik.

Baca Juga:  Sijago Merah Mengamuk, 3 Rumah Ludes Terbakar di Paojepe Keera

“Saya berharap kegiatan ini nantinya akan ada tindak lanjut. Tentu kolaborasi dan sinergitas dari semua pihak sangat dibutuhkan untuk langkah antisipasi. Karena, sebenarnya membangun kesehatan itu yang paling penting adalah bagaimana mencegah yang penyakit,” harapnya.

Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Haerani Rasyid, yang turut hadir pada kesempatan ini menjelaskan bahwa lupus bisa dikatakan penyakit seribu wajah. “Kadang mereka (pasien) datang ke berbagai dokter, biasanya pada dokter kesembilan atau kesepuluh baru terdeteksi bahwa itu adalah penyakit lupus. Masalahnya adalah tingkat kematian jika tidak terdeteksi dari awal itu merupakan masalah besar,” ucapnya.

Share :

Baca Juga

Kalimantan Utara

Buka Jalur Ekspor Surabaya, Kaltara-Jatim Pacu Ekonomi Lewat Transaksi Rp2,01 Triliun

Sulsel

Munafri Titip Tugas Khusus untuk Kepala UPT TPA Tamangapa: Benahi Sistem, Rangkul Warga
Perluas Penerima Iuran Sampah Gratis, Munafri Sasar 1808 Tambahan Rumah di Mariso

Kalimantan Utara

Antisipasi Puncak Karhutla, Gubernur Kaltara Tingkatkan Komitmen Pengawasan Bersama Pemerintah Pusat

Kalimantan Utara

Kepedulian di Tengah Duka Warganya, Gubernur Kaltara Doakan Almarhum Efendi dan Kuatkan Keluarga

Sulsel

Buka Muscab HNSI Makassar, Munafri Tegaskan Perhatian Pemkot pada Ekonomi Pesisir

Sulsel

DPRD Wajo Gelar Paripurna Bahas Perubahan APBD 2026, Pendapatan Daerah Naik Rp90,9 Miliar

PINRANG

Bupati Pinrang Serahkan Secara Simbolis Kendaraan Operasional Pendukung Koperasi Merah Putih