1. Gerakan masyarakat perkuatan imunitas kesehatan dan ekonomi.
2. Perkuatan fasilitas perlindungan dan pelayanan kesehatan masyarakat.
3. Penyediaan dengan kemudahan akses 100.000 peluang kerja dan peluang bisnis baru.
4. Penataan total sistem BUMD dan pembentukan Makassar incorporation.
5. Pembuatan Perda Omnibus “Makassar Kota Dunia”.
6. Percepatan program jagai ana’ta dan program smart milenial serta social mitigation.
7. Penataan total destinasi budaya dan sejarah.
8. Penguatan “city branding” dan peningkatan festival dan MICE bulanan dalam skala nasional dan internasional.
Ketiga, restorasi ruang kota yang inklusif menuju kota nyaman kelas dunia yang sombere dan smart city untuk semua. Diwujudkan dalam 8 program strategis :
1. Penataan total sistem persampahan.
2. Pembenahan total sistem penanganan banjir dan penanganan kemacetan.
3. Pembangunan infrastruktur dan pembangunan kawasan “waterfront city” berbasis mitigasi dan adaptasi lingkungan.
4. Peningkatan jejaring smart pedestrian dan koridor hijau kota.
5. Peningkatan lorong garden dan pembentukan 5. 000 lorong wisata.
6. Percepatan pembangunan sistim dan infrastruktur “sombere dan smart city” yang inklusif.
7. Percepatan Makassar menjadi liveable city dan risilient city.
8. Pembangunan gedung sombere dan smart, new Balai Kota, New DPRD.
“Setiap OPD telah menemukan kembali pola kordinasinya. Keberhasilan lorong wisata terletak pada sejauh mana program ini berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan rakyat yang diukur dari perputaran uang yang ada di lorong,” jelasnya.
Nantinya, setiap lorong wisata akan memiliki kuliner khas, tanaman khas, hasil kerajinan tangan yang dikelola oleh UMKM dalam bentuk Badan Usaha Lorong dilengkapi dengan CCTV lorong, dan wifi yang menjadi daya tarik bagi pengunjung.(jk)
Editor: Manadf Rachman
















