Dia menyarankan agar pelaksana proyek untuk menyiapkan saluran komunikasi publik, tujuannya agar publik tahu sejauh mana progres pengerjaan proyek IPAL berstandar internasional ini.
“Perlu pembenahan di lapangan dan harus punya juru bicara yang sampaikan ke publik progresnya seperti apa, dan juga dimonitoring juga keluhan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, perwakilan Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sulawesi Selatan Ditjen Cipta Karya Ahmad Asiri menyanggupi permintaan Danny Pomanto dan keluhan warga Makassar.
“Reschedule kegiatan recovery atau pemulihan akan kami respon dengan baik. Akan segera rapat koordinasi dengan seluruh pelaksana kegiatan,” ujar Ahmad Asiri.
Sedangkan Beni Iskandar, SH selaku Direktur Utama PDAM Kota Makassar yang hadir bersama Direktur IPAL Perumda Air Minum Kota Makassar Ayman Adnan, mengatakan, dalam rapat pembahasan tersebut, Wali Kota Makassar memaparkan soal pengelolaan Intalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Losari.
“Untuk jaringan perpipaan akan dikelola oleh Perumda Air Minum Kota Makassar, sedangkan untuk pengelolaan air limbahnya akan dikelola oleh BLUD tapi ini belum final karena akan terus diintensifkan komunikasinya,” ungkapnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh Asia Development Bank Anastasia Caroline, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Makassar Zuhaelsi Zubir, Sekretaris Dinas Perumahan dan Pemukiman Hamka, Kepala UPT PAL DPU Makassar, Hamka Darwis serta perwakilan pelaksana proyek IPAL Losari.(jk)
Editor: Sudirman
















