Home / Tak Berkategori

Jumat, 3 Februari 2023 - 07:49 WIB

Wabup Gowa Paparkan Penanganan Stunting Pada Kunker Komisi IX DPR RI

Wakil Bupati Gowa, H. Abd Rauf Malaganni, Menerima Kunjungan Komisi IX DPR RI, di Baruga Karaeng Patingalloang, Kantor Bupati Gowa, Kamis 2 Februari 2023.

Wakil Bupati Gowa, H. Abd Rauf Malaganni, Menerima Kunjungan Komisi IX DPR RI, di Baruga Karaeng Patingalloang, Kantor Bupati Gowa, Kamis 2 Februari 2023.

“Pada 2021, total dana transfer yang diterima adalah sebesar Rp.29.594.608.055, kemudian di 2022 mengalami penurunan menjadi Rp.24.576.567.041 dan di 2023, terdapat penurunan yang cukup signifikan menjadi Rp.14.238.214.999. Hal ini disebabkan dana BOK stunting sudah tidak dianggarkan lagi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene menjelaskan, dengan angka stunting 33 persen di Kabupaten Gowa saat ini tentu penanganannya harus didukung dengan anggaran yang memadai. Sehingga, dirinya akan memperjuangkan DAK fisik Pemkab Gowa yang telah dipotong.

“Kalau bicara urusan anggaran nah ini kami akan bicarakan langsung di pusat, jadi memang tadi kami mendengarkan ada anggaran yang dipotong untuk DAK Fisik. Kemudian juga kalau dilihat ini angka stunting 33 persen tentunya memang harus didukung dengan anggaran yang memadai,” jelasnya.

Baca Juga:  Setahun Kepemimpinan Munafri, Kebijakan Penertiban Dapat Dukungan Publik 80 Persen

Dengan begitu, kedepan Felly memastikan pemerintah daerah bersama tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat duduk bersama untuk membahas upaya meminimalisir terjadinya perkawinan dini. Selain itu, memasifkan peran ibu dan bapak pada bayi atau keluarga yang memiliki anak stunting.

“Kami juga berharap, ada satu kegiatan yang langsung datang di setiap sekolah dengan menyasar siswi dengan umur tertentu, dilakukan pemeriksaan kepada para siswi terkait masalah anemia, ini juga menjadi masalah utama, karena kalau sejak dini sering terkena anemia, maka ketika mereka menikah anak mereka bisa stunting,” ujarnya.

Felly juga berharap, adanya kampanye, hingga edukasi secara masif yang dilakukan pemerintah daerah bersama pihak terkait untuk menangani stunting.

Baca Juga:  Aspirasi Perbaikan Infrastruktur Mengemuka di Reses, Herman Arif: Saya Akan Kawal

“Tidak bisa orang lain untuk melakukan perubahan di daerah ini selain masyarakatnya sendiri yang harus melakukan perubahan. Bagaimana gerakan masyarakat hidup sehat ini harus disampaikan karena bahwasanya bukan orang yang miskin saja yang bisa terkena stunting, tetapi orang yang finansial nya mumpuni pun anaknya bisa stunting, hal karena pemahaman tentang kesehatan itu minim,” tegasnya.

Penerimaan kunjungan kerja ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Kamsina, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Gowa, Mussadiyah Rauf bersama jajaran Forkopimda dan para pimpinan SKPD lingkup Pemkab Gowa yan terkait.(jk)

Editor: Manaf Rachman

Share :

Baca Juga

Jakarta

Ketua LLI Pusat Berpulang Kerahmatullah

Sulsel

Wali Kota Appi Paparkan APBD-P Makassar, Proyek Strategis Disiapkan Mulai Awal 2027

PINRANG

Tim Satgas Migas TPID Kabupaten Pinrang bersama unsur Forkopimca Sidak SPBU Massila

Sulsel

Wali Kota Munafri Antar Makassar Raih Predikat Kota TP2DD Terbaik 2026

Sulsel

Solusi Jangka Panjang, PDAM Makassar Usulkan Bendung Karet di Sungai Tallo untuk Air Baku

Sulsel

Andi Rosman Hadiri Hari Tani dan Pesta Panen di Talotenreng, Tegaskan Dukungan untuk Petani

PINRANG

Pemerintah Kabupaten Pinrang Menyalurkan 700 unit Bantuan Pompa Kepada Petani

Sulsel

Gerakan Bersih dari Rumah, Pemkot Makassar Tambah Dukungan Anggaran dan Armada Sampah