Laporan H.Manaf Rachman
MEDIASINERGI.CO MAKASSAR — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulsel dalam upaya penyusunan integrasi data statistik kunjungan wisata di Provinsi Sulsel, selama dua hari menggelar Forum Group Discussion (FGD) yang diikuti berbagai lembaga dan instansi terkait dengan menghadirkan beberapa pemateri antara lain Kepala Pusat Data Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif, Badan Pusat Statistik dan Imigrasi.
Sekretaris Disbudpar Sulsel, Devo Khaddafi dalam sambutannya ketika membuka FGD mengatakan, FGD merupakan langkah awal konsolidasi data sebagai langkah awal dalam menyusun kebijakan kepariwisataan pasca pandemi covid. Karena diketahui selama pandemi, kondisi pariwisata mengalami keterpurukan karena banyak objek wisata dibiarkan dan diterlantarkan karena terjadi penurunan arus kunjungan wisata.
Untuk itulah, FGD ini dipastikan sebagai langkah nyata dalam menyusun kembali data pariwisata di Sulsel, karena data sangat penting dalam membuat dan menyusun kebijakan pembangunan sektor pariwisata.
Masalah data ini sangat penting, kata Devo, karena masih sering terjadi perbedaan data pariwisata antara Kabupaten dan kota serta provinsi, sehingga sulit dalam membuat Perencanaan program pembangunan pariwisata.
Selain itu, FGD juga bertujuan untuk mendapatkan sistem data pariwisata terpadu nasional.
Dikatakan, pencatatan data wisatawan bisa bersumber dari imigrasi yang mencatat kunjungan melalui pintu masuk internasional, sementara dinas pariwisata menghitung melalui pintu mana saja di pelabuhan maupun bandara.
















