MEDIASINERGI.CO JAKARTA — Perubahan, Anies Baswedan mengangkat isu pemerataan distribusi listrik di seluruh wilayah Indonesia. Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, persoalan ketimpangan listrik masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah terutama terkait waktu dan frekuensi nyala listrik.
Tema tersebut diangkat Anies saat acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Makassar, Sulawesi Selatan.
Meskipun rasio elektrifikasi di Indonesia pada 2022 sudah mencapai 99,63 persen, namun belum seluruhnya bisa menyala hingga 24 jam per hari.
Saat paparan, Anies memperlihatkan visualiasi kota-kota di Indonesia dari udara pada malam hari, di mana hanya di Pulau Jawa yang kelihatan terang, namun di pulau lainnya hanya titik-titik cahaya bahkan gelap gulita terutama di kawasan Indonesia bagian timur. Mantan Menteri Perdagangan Thomas Lembong, yang juga juru bicara serta tim ahli ekonomi Anies Baswedan, menilai bahwa persoalan itu klasik.
“Kita suka terpukau sama angka dan statistik yang kelihatannya bagus, sampai kita buta pada fakta di depan kita yang kasat mata. Gelapnya banyak kota sekunder dan tersier di malam hari,menunjukkan perkembangan ekonomi di Indonesia yang sangat tidak merata,” kata Tom Lembong melalui keterangan tertulis, Sabtu 15 Juli 2023.
Menurut Tom, variabel ekonomi makro seperti produk domestik bruto (PDB) juga kerap membuat banyak kalangan melupakan persoalan komposisi pertumbuhan. Meski PDB Indonesia memang masuk kategori salah satu yang paling tinggi di antara negara-negara besar di dunia, lanjutnya, harus diperhatikan juga persoalan angka agregat sektor dan daerah yang masih timpang.
















