Home / Sulsel

Senin, 15 Januari 2024 - 13:41 WIB

Gerakan Pangan Murah di Gowa Bantu Ringankan Pengeluaran Masyarakat

MEDIASINERGI.CO GOWA — Gerakan pasar pangan murah yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Gowa bekerjasama dengan Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Ketahanan Pangan mampu meringankan pengeluaran masyarakat khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokoknya.

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan yang didampingi Wabup Gowa, Abd Rauf Malaganni usai meninjau langsung mengatakan, pasar murah tersebut merupakan salah satu cara yang dilakukan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus akan mengurangi beban masyarakat.

“Hari ini saya bersama Pak Wabup mendampingi pak Pj Gubernur yang melakukan kunjungan di Kabupaten Gowa salah satunya di pasar pangan murah ini. Ini tiada lain untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya dan sebagai cara untuk menyerap hasil pertanian dari para petani termasuk UMKM yang ada di Gowa,” ungkapnya, di Jalan Andi Malombassang, Senin 15 Januari 2024.

Baca Juga:  Tinjau Kondisi Jalan Bangkala Raya yang Rusak, Nunung Dasniar Harap Pemkot Makassar Lakukan Perbaikan

Dalam bazar tersebut pihaknya menyediakan sembilan bahan pokok yakni beras, gula, minyak, terigu, ayam, nugget, dan lain-lain. Bahkan untuk beras sendiri merupakan hasil kemasan dari para Gapoktan Kabupaten Gowa yang menjadi binaan Dinas Ketapang.

“Kita menyediakan berbagai bahan pokok dengan harga terjangkau seperti beras medium kemasan 5 Kg Rp. 53 ribu, minyak goreng kita Rp. 13 rib perliter, ayam Rp. 27 ribu per 0.8 kg, telur Rp. 25 ribu per kg, dan bawang putih Rp. 36 ribu per kg, dan lainnya,” jelasnya.

Baca Juga:  MHM 2025, Wali Kota Munafri: Berdayakan UMKM dan Promosikan Wisata Kota Daeng

Sementara Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin mengatakan pihaknya terus memperhatikan kestabilan dan ketersediaan bahan pokok di Sulsel. Salah satu cara yang dilakukan yakni turun langsung ke pasar mengecek harga bahan pokok sekaligus mengunjungi gerakan pangan murah di Kabupatem Gowa.

“Di satu sisi kita memang lakukan untuk stabilitasi harga, namun pada sisi lain kita juga harus memperhatikan produksi masyarakat kita. Misalnya Sulsel, Sulsel ini terkenal penghasil padi jadi ketika nanti panen raya terjadi di masyarakat tentu operasi pasar khusus komoditas tertentu kita kurangi jumlahnya,” ungkapnya.

Share :

Baca Juga

Sulsel

Mensos Kumpulkan Kepala Daerah Se-Sulsel, Pemkot Makassar Siapkan Digitalisasi Bansos

Sulsel

Puluhan PKL di Jalan Tinumbu Akhirnya Bongkar Secara Mandiri Lapak Dagangannya

Sulsel

Tampil Memukau: 31 Finalis Masuk Tahap Akhir, Makassar Bidik Juara Umum MTQ XXXIV Sulsel di Maros

HALO POLISI

Satlantas Polres Wajo Intensifkan Pengamanan dan Pengaturan Lalin Saat Sholat Jumat Masjid Raya Sengkang

Sulsel

Tanpa Konflik, Penertiban Lapak Tiga Titik di Tallo Berjalan Tertib dan Lancar

Sulsel

Isi WFH dengan Kebersihan, Wali Kota Munafri Gowes Bareng SKPD Pantau Jumat Bersih

SOPPENG

Rangkaian HBP ke 62, Rutan Kelas IIB Watansoppeng Gelar Donor Darah

PWI

Panitia Konferprov PWI Sulsel Gelar Rapat Evaluasi Agenda Kegiatan