Home / Tak Berkategori

Jumat, 12 Juli 2024 - 19:13 WIB

Dari Makassar Bersama KM Lambelu, 47 Jam Mengarungi Lautan Menuju Kota Terkaya Ke-17 Indonesia

Meski keramaian tak seperti malam sebelumnya, namun suasana dan aktivitas para penumpang di malam kedua ini, tak jauh berbeda. Bahkan mereka lebih leluasa dalam beraktifitas karena kepadatan penumpang sudah berkurang. Bisa beristirahat malam dengan suasana yang agak tenang, tidak sebising malam pertama. Begitupun juga saat hendak mengambil jatah makanan, antriannya tak lagi terlalu panjang.

Berikan Pelayanan Maksimal

Hari ketiga di lautan, Jumat 12 Juli 2024, mulai pagi hingga siang hari lagi-lagi langit terlihat cerah dan desiran gelombang air di lautan tampak tenang. Senda gurau dan canda tawa para penumpang mewarnai suasana di berbagai penjuru kapal. Sementara di geladak luar pada kiri-kanan kapal, sejumlah crew atau ABK (Anak Buah Kapal) sibuk melakukan pembersihan dan pengecatan terhadap bagian-bagian kapal yang warnanya sudah memudar atau catnya telah terkelupas.

Aktivitas seluruh penghuni sementara KM Lambelu ini serentak berhenti saat jelang Sholat Jumat. Umat Muslim pun bergegas bersih-bersih dan kemudian mengikuti Sholat Jumat berjamaah di tempat yang telah disiapkan pihak kapal. Kegiatan keagamaan ini merupakan salah satu dari sekian bentuk pelayanan bagi masyarakat yang berpergian dengan jasa angkutan laut melalui armada kapal milik PT Pelni, khususnya di KM Lambelu.

Baca Juga:  Momentum Ramadhan, Asisten II Setda Wajo Ajak Masyarakat Turut dalam Penanganan Persoalan Anak

Informasi yang diperoleh dari PT Pelni menyebutkan, di bulan Juli 2024 ini, KM Lambelu telah mempersiapkan jadwal perjalanan laut yang padat. Dan dengan melakukan dua voyage tambahan, menjadikan kapal tersebut sebagai salah satu kapal dengan frekuensi perjalanan tinggi pada bulan ini. Rutenya dari Makassar akan menyambangi sederet kota dan provinsi, diantaranya Baubau (Sulawesi Tenggara), Maumere dan Larantuka (Nusa Tenggara Timur), Pantoloan (Sulawesi Tengah) Nunukan dan Tarakan (Kalimantan Utara), Parepare (Sulawesi Selatan), Balikpapan (Kalimantan Timur), Tarakan dan Nunukan (Kalimantan Utara).

Kendati memiliki frekuensi perjalanan tinggi, namun manajemen KM Lambelu selalu mengutamakan dan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan yang memberikan kepuasan maksimal bagi para penumpangnya di seluruh rute pelayarannya. Baik dalam hal penyediaan fasilitas yang memadai, penyajian konsumsi yang layak, kenyamanan suasana dan kebersihan lingkungan hingga layanan kesehatan jika ada pengunjung yang sakit.

Baca Juga:  Dampingi KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali, Danny Pomanto Jajal KRI Bung Karno-369

Selamat Datang di Tarakan

Setelah kurang lebih 47 jam mengarungi lautan mulai dari Kota Makassar menuju Kota Tarakan, akhirnya sekitar pukul 16 30 Wita, KM Lambelu tiba dan sandar di dermaga Pelabuhan Tarakan. Sebelum lepas jangkar, dari pengeras suara kapal, Nakhoda KM Lambelu Capt Daud Panggalo dengan vokal penuh keramahan menyampaikan “Selamat tiba di Kota Tarakan. Terima kasih buat seluruh penumpang atas kesediaannya berlayar bersama KM Lambelu. Mohon maaf atas kekurangan pelayanan kami selama dalam pelayaran. Sampai jumpa di kesempatan lain”. (***)

Share :

Baca Juga

Jakarta

Menteri PPPA Hadiri  Peringatan HAN 2026 di Yayasan Sakura Indonesia Al Jamaan Bogor

Sulsel

Optimistis Raih Hasil Terbaik, Sekda Makassar: Koperasi Merah Putih Jadi Indikator Utama Penilaian Lomba Kelurahan

Sulsel

Edukasi Sanitasi, Ciptakan Pelajar Peduli Lingkungan

Kalimantan timur

Baru Dilantik, Firman Memilih Turun ke Akar Rumput daripada Bicara Pilkada

Pendidikan

Tim UNIMERZ Bantu Penguatan Imunitas Sekolah di MIS Assunnah Darun Najiyah

Jakarta

Hotman Paris Hutapea Diadukan ke Dewan Kehormatan, Sirait & Co Kawal Pengaduan Insan Pers

Jakarta

Menaker: SDM Jadi Kunci Indonesia Emas 2045
Wisatawan Asal Sulawesi Selatan Kecelakaan di Kabupaten Malang