Dalam ritulitas peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, kata Bataralifu, tentu tidak hanya dilaksankan secara seremonial, akan tetapi diharapkan ada hikmah yang mesti diperoleh sehingga terbentuk pola hidup yang mencerminkan keteladan dalam aspek kehidupan sehari-hari.
“Kebersamaan dalam pelaksanaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, kita tunjukkan kepada masyarakat luas bahwa wajo adalah masyarakat religi, bukan hanya kota sutra yang berbasis bisnis, pelopor demokrasi, akan tetapi lebih dari itu, wajo juga adalah kota santri yang diharapkan mampu menjadi situs peradaban islam nusantara,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Andi Bataralifu mengatakan, kalau sekarang ini dalam suasana menuju pemilihan kepala daerah. Dengan berkah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan mulai perkotaan sampai ke pelosok desa dan kampung-kampung, diharap jadi penyejuk dalam membangun demokrasi dengan suasana penuh rasa kekeluargaan, persaudaraan, persahabatan, dan kedamaian.
“Kita harapkan dengan berkah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW jadi penyejuk dalam membangun demokrasi dengan suasana penuh rasa kekeluargaan, persaudaraan,persahabatan, dan kedamaian, sehingga tercipta rasa aman tenteram lahir bathin. Dengan prinsip nilai kearifan lokal sipakatau, sipakalebbi, sipakainge kita menyikapi pemilukada di Bumi Lamaddukkelleng ini,” tegasnya.(Humas Pemda)
















