MEDIASINERGI.CO MAKASSAR — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meminta kepada Dinas Pariwisata Makassar untuk membuat kegiatan pariwisata yang melibatkan masyarakat kecil agar perekonomian warga terus berputar dan berkembang.
“Saya tidak ingin hanya melihat program yang mengesankan dari luar, tetapi harus jelas dampaknya kepada masyarakat. Harus bisa diukur efek terhadap ekonomi,” ujarnya saat rapat monitoring dan evaluasi Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Makassar, Senin 5 Mei 2024
Munafri Arifuddin menekankan pentingnya setiap program pemerintah memiliki dampak langsung yang terukur kepada masyarakat, bukan sekadar kegiatan spektakuler tanpa nilai.
Ia menyatakan wajah Kota Makassar harus tercermin dari kebijakan dan pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara nyata.
Dia pun menyoroti pentingnya dukungan terhadap inisiatif masyarakat dan menolak pendekatan yang terlalu berorientasi pada seremoni.
“Pemerintah bukan event organizer. Kalau masyarakat punya ide dan ingin berbuat, biarkan mereka berkreasi. Tugas kita mendukung, bukan mengambil alih,” katanya.
Terkait pengelolaan kawasan wisata, seperti Anjungan Losari, Wali Kota menyampaikan kekecewaannya atas minimnya nilai tambah yang dirasakan pengunjung.
“Losari ini jantung kota. Semua orang datang ke Makassar pasti ke Losari. Tapi apa yang mereka temui, penjual kaus kaki tiga sepuluh ribu. Bukan itu yang kita harapkan,” ucapnya.
Wali kota menginginkan konsep besar yang bisa memberikan pengalaman khas dan menjadi cerminan kota. Apalagi ikon Pantai Losari sudah terkenal di mana-mana, sehingga butuh pembenahan.
Munafri menekankan perencanaan anggaran harus disertai dengan skema pemeliharaan jangka panjang. Ia mencontohkan keberadaan Kapal Phinisi sebagai daya tarik wisata, namun mempertanyakan kesiapan pembiayaan perawatannya.
















