Home / Haji

Senin, 2 Juni 2025 - 07:39 WIB

Tim Kesehatan Indonesia Diberi Kewenangan Tangani Jamaah di KKHI

Jajaran Amirul Hajj saat bertemu dengan Menteri Kesehatan Arab Saudi

Jajaran Amirul Hajj saat bertemu dengan Menteri Kesehatan Arab Saudi

MEDIASINERGI.CO ARAB SAUDI — Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA.

Nasaruddin Umar melaporkan tim medis Indonesia diberi kewenangan kembali untuk menangani dan merawat jamaah di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).

“Menteri Kesehatan Arab Saudi telah memberikan kewenangan tertentu terhadap jamaah Indonesia untuk melibatkan dokternya melakukan pengobatan di klinik,” ujar Menag Nasaruddin Umar usai bertemu dengan jajaran Kementerian Kesehatan Arab Saudi di Makkah, Minggu.1 Juni 2025.

Pernyataan Menag Nasaruddin Umar,
menyusul diberlakukannya aturan terbaru dari otoritas Arab Saudi yang menyebutkan bahwa jamaah yang sakit harus langsung dibawa ke Rumah Sakit Arab Saudi. Dengan demikian, KKHI tidak boleh beroperasi.

Menurut dia, alasan Arab Saudi memberlakukan aturan itu karena mortalitas (angka kematian) jamaah calon haji tahun ini (2025-red) mengindikasikan kenaikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Menag Nasaruddin Umar kemudian menemui Menteri Kesehatan Arab Saudi untuk meminta diskresi khusus agar KKHI tetap beroperasi.

Setelah dilakukan komunikasi intensif, termasuk penjelasan dari tim medis Indonesia, pihak Arab Saudi memahami kendala yang dihadapi jamaah Indonesia, seperti hambatan bahasa dan ketakutan untuk pergi ke rumah sakit tanpa pendamping.

Kondisi tanpa pendamping serta keterbatasan bahasa inilah yang menjadi kekhawatiran Pemerintah Indonesia terhadap jamaah yang dirawat di RS Arab Saudi. Kondisi tersebut bahkan bisa memperburuk keadaan.

Menag Nasaruddin Umar kemudian menemui Menteri Kesehatan Arab Saudi untuk meminta diskresi khusus agar KKHI tetap beroperasi.

Setelah dilakukan komunikasi intensif, termasuk penjelasan dari tim medis Indonesia, pihak Arab Saudi memahami kendala yang dihadapi jamaah Indonesia, seperti hambatan bahasa dan ketakutan untuk pergi ke rumah sakit tanpa pendamping.

Kondisi tanpa pendamping serta keterbatasan bahasa inilah yang menjadi kekhawatiran Pemerintah Indonesia terhadap jamaah yang dirawat di RS Arab Saudi. Kondisi tersebut bahkan bisa memperburuk keadaan.

“Kita juga harus introspeksi diri, memperbaiki sistem kita, dan menjadikan catatan yang diberikan sebagai arah perbaikan di masa yang akan datang,” kata dia. (asep firmansyah dan medsi)

Ditulis oleh Hamzah Sinergi

Wartawan resmi mediasinergi.co. Specialist konten berita, pendidikan, kesehatan, dan olahraga

Share :