Home / Sulsel

Minggu, 22 Juni 2025 - 19:39 WIB

Respon Cepat, Pemkot Makassar Atasi Genangan di Titik Rawan Banjir

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi genangan air di musim hujan yang kerap terjadi akibat meluapnya saluran drainase.

Zuhaelsi Zubair, mengatakan penggantian pompa air tersebut karena sudah tidak lagi memadai.

Sebab, pompa air yang ada saat ini dulunya dirancang pada masa kapasitas curah hujan masih rendah. Sehingga, kinerja dari pompa air ini tidak maksimal.

“Pompa yang lama memang sudah waktunya diganti. Daya tampungnya hanya 25 kubik. Kita akan tingkatkan menjadi 425 kubik,” ucap Zuhaelsi.

Penggantian pompa tersebut telah dianggarkan melalui APBD Perubahan 2025 dengan nilai sekitar Rp1 miliar.

Ia menyebut pompa air yang ada saat ini akan diganti dengan satu unit pompa air baru. Namun, pompa air baru tersebut memiliki kapasitas jauh lebih besar dari sebelumnya.

Baca Juga:  RS Galesong Resmi Beroperasi Tepat di Hari Jadi ke-64 Kabupaten Takalar

“Pompa ini berfungsi memindahkan air dari saluran drainase ke kanal saat terjadi luapan air,” imbuhnya.

Meski begitu, Zuhaelsi menyebut genangan yang terjadi tidak hanya disebabkan oleh buruknya saluran saat musim penghujan. Tetapi juga, karena pasang air laut yang terjadi bersamaan dengan hujan lebat.

“Kalau air laut pasang dan saluran tersumbat, otomatis aliran air tidak maksimal. Itu yang sering jadi puncak genangan,” ujar Zuhaelsi.

Maka dari itu, ia optimistis pergantian pompa dapat membantu meminimalisasi banjir lokal.

“Setidaknya dengan langkah ini, kita bisa mengurangi potensi genangan di titik rawan selama musim hujan,” tutup Zuhaelsi.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menyampaikan bahwa, apa dilakukan Pemkot Makassar, ini merupakan awal dari kebersamaan dalam bekerja.

“Kita mulai dengan memperhatikan titik-titik atau spot-spot yang selama ini menjadi langganan banjir di Kota Makassar,” ujarnya.

Baca Juga:  Dinsos Gowa Serahkan Bantuan Kepada Korban Anging Kencang

Pemerintahan Munafri-Aliyah, kini berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan penanganan secara cepat dan tepat. Tujuannya jelas—agar durasi dan tinggi genangan air bisa segera diminimalisir.

“Kita tidak ingin lagi melihat genangan air yang terlalu lama bertahan dan mengganggu aktivitas masyarakat,” jelasnya.

Jalur-jalur yang selama ini menjadi titik rawan akan kita prioritaskan. Dengan sinergi semua pihak, ia berharap air tidak tinggal terlalu lama di suatu tempat, sehingga aktivitas warga tetap berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

“Ini bukan hanya soal drainase, tapi soal komitmen kita bersama untuk membangun Makassar yang lebih tangguh terhadap bencana, khususnya banjir musiman,” tutupnya.(jk)

Editor: Manaf Rachman

Share :

Baca Juga

ENREKANG

Pelayanan Sampah Enrekang Belum Maksimal, Armada Minim

Sulsel

Di Forum UCLG ASPAC, Munafri Bongkar Bongkar Strategi Besar Makassar Atasi Sampah

SOPPENG

Kapolres Soppeng Pimpin Forum Konsultasi Publik  

Sulsel

Daeng Manye – Hamkah B Kady Diskusi Bahas Percepatan Pembangunan Infrasturktur Takalar

Pendidikan

Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan 69 Unhas Edukasi Pencegahan Karies Lewat Gerakan GEMES di SDN 6 Mojong

Makassar

Sosialisasi Program Pemilahan Sampah RW 8 BLok B BTP Makassar

Sulsel

Solusi Pilah Sampah, Appi: Tak Perlu Beli Kantong Sampah, Cukup Dua Ember dari Rumah

Makassar

DP3A Makassar Apresiasi Shelter Warga Pa’Baeng-Baeng, Semangat Pemberdayaan Terus Berkembang