Terkait aspek keselamatan, DPRD dan masyarakat melihat alat deteksi bencana yang dikembangkan tim sebagai kebutuhan penting. Farid berharap alat tersebut dirawat, dikembangkan, dan dapat disosialisasikan agar keselamatan warga lebih terjamin.
“Saya sangat mendukung kegiatan adik-adik mahasiswa yang dilakukan untuk kepentingan dan perkembangan masyarakat.
Apapun yang kalian lakukan dan untuk masyarakat itu saya sangat dukung,” harap Andi Muhammad Farid.
Sementara itu, Sekretaris Desa Mattabulu, Abdul Kadir memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan relaunching yang menurutnya penting karena status mattabulu kini sudah resmi masuk sebagai desa wisata. Ia mengatakan bahwa sejak kejadian longsor, kunjungan sempat menurun. Namun, dengan kegiatan ini potensi untuk menarik wisatawan kembali terlihat.
“Relaunching seperti ini sangat bagus dilaksanakan. Semoga kedepannya akan banyak kunjungan ke Desa Mattabulu,” harap Kadir.
Ditempat terpusah, Direktur Kemahasiswaan Unhas, Abdullah Sanusi PhD, menyatakan program relaunching ini penting karena membangun kesadaran warga bahwa desa wisata bukan hanya soal objek wisata, melainkan sebuah ekosistem yang melibatkan masyarakat dan berdampak pada ekonomi lokal.
“Desa wisata itu tidak hanya menawarkan objek wisata tapi sebuah ekosistem, dimana selain objek wisata, masyarakatnya juga sadar dan dapat memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian,” ujarnya.
Abdullah mengapresiasi hasil nyata yang ditunjukkan tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas, termasuk peta bencana, peta kondisi sosial, dan alat deteksi bencana. Menurutnya, hasil kerja tersebut merupakan implementasi tridarma perguruan tinggi, pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi.(mar-otto aditia)
















