Home / Tak Berkategori

Jumat, 24 Oktober 2025 - 21:46 WIB

Sutera, Identitas Yang Berdenyut Di Wajo

Bupati Wajo H. Andi Rosman menyaksikan parade Sengkang Silk Fashion Karnaval di depan Masjid Agung Ummul Quraa, bagian dari Festival Danau Tempe 2025. Ia menegaskan sutra sebagai simbol identitas dan kekuatan ekonomi kreatif masyarakat Wajo

Bupati Wajo H. Andi Rosman menyaksikan parade Sengkang Silk Fashion Karnaval di depan Masjid Agung Ummul Quraa, bagian dari Festival Danau Tempe 2025. Ia menegaskan sutra sebagai simbol identitas dan kekuatan ekonomi kreatif masyarakat Wajo

“Festival ini bukan hanya pesta budaya, tapi ajang pembuktian bahwa kearifan lokal bisa dikemas dalam bentuk yang menarik dan berdaya ekonomi,” tutur Andi Rosman. Ia menilai bahwa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Wajo akan tumbuh jika ditopang oleh kolaborasi berbagai pihak.

Menurutnya, Festival Danau Tempe bukan sekadar seremonial tahunan. Ia adalah simbol gotong royong lintas sektor—antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat—untuk menghidupkan kembali potensi daerah lewat pendekatan budaya. “Kita ingin festival ini berkontribusi nyata bagi pelaku pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif. Kalau semua bergerak bersama, Wajo bisa menjadi episentrum kebudayaan sekaligus ekonomi berbasis sutra,” ujar Rosman.

Baca Juga:  Kapolrestabes Makassar Dukung Tim Porwanas PWI Sulsel

Dari deretan tamu kehormatan tampak Anggota DPR RI Fraksi PAN, Andi Yuliani Paris, Wakil Ketua DPRD Wajo, Andi Merly Iswita, dan unsur Forkopimda. Semuanya larut dalam kemeriahan, menikmati parade yang tak sekadar menampilkan busana, tetapi juga menuturkan cerita tentang sejarah dan kebanggaan Wajo.

Baca Juga:  Cegah Kemacetan di Beberapa Titik, Dishub Kota Makassar Lakukan Pengaturan Lalu Lintas

Festival Danau Tempe 2025 berakhir menjelang sore, namun gema warna dan semangatnya masih menggantung di udara Sengkang. Di setiap lembar kain sutra yang berayun, tersimpan pesan Bupati Wajo: bahwa pembangunan tidak hanya tentang infrastruktur, tetapi juga tentang menjaga dan merayakan identitas.

“Sutra adalah jati diri kami. Selama sutra masih ditenun di Wajo, semangat dan kebudayaan daerah ini akan terus hidup,” tutup Andi Rosman. (eddy)

Share :

Baca Juga

Sulsel

Setelah Bertemu Munafri, Pihak PLN Sulselrabar Janji Sistem Listrik Normal 5 September

Sulsel

Wujud Kepedulian Polri, Polres Wajo Bantu 12.000 Liter Air Bersih bagi Masyarakat Maddukkelleng

Sulsel

Pendataan Perlinsos Digital Makassar Naik ke Peringkat 20, Sudah Jangkau 138 Ribu KK

Sulsel

Kecamatan Panakkukang Dinilai Jadi Miniatur Toleransi, Munafri: Tumbuh Bersama dan Jaga Keragaman

PWI

PWI dan IKWI Sulsel Gelar Maulid Nabi 1448 H, Wujud Keagungan Tradisi dan Kebersamaan

Sulsel

Jaga Makassar Tetap Kondusif, Pemkot Perkuat Sinergi TNI-Polri, Ormas dan Masyarakat

Sulsel

Munafri Tegaskan PKS Pemkot-BPN Bukan Seremoni, Fokus Lindungi Aset dan Pembangunan Makassar

Sulsel

RATUSAN SISWA SDN 4 MAROANGIN TERANCAM TIDAK BISA SEKOLAH