Home / Sulsel

Jumat, 7 November 2025 - 14:24 WIB

Kadishub Makassar Hadiri Penandatangan MoU Pemanfaatan Aset untuk MCH Antara Pemkot dan Kemenkeu RI

Berbagai kegiatan telah dilaksanakan di sana, mulai dari pelatihan wirausaha, produksi konten kreatif, hingga kegiatan berskala nasional dan internasional. Munafri mencontohkan sejumlah kolaborasi yang pernah terjadi.

“Beberapa waktu lalu, Netflix mengadakan kegiatan casting di Creative Hub untuk pembuatan film, dan salah satu anak Makassar terpilih sebagai pemeran utama,” bebernya.

“Lalu, kami juga sedang berkomunikasi dengan Apple Academy, semoga ke depan mereka bisa membuka hub di Kota Makassar untuk kawasan Indonesia Timur,” tambahnya.

MCH diluncurkan pada Juni 2025 di Anjungan Pantai Losari sebagai ruang gratis, inklusif, dan terbuka bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas, perempuan, dan kelompok marginal.

Dengan dukungan berbagai OPD, MCH menjadi pusat pelatihan bersertifikasi, inkubasi UMKM, serta ruang produksi karya, memperkuat posisi Makassar sebagai kota kreatif di Indonesia Timur.

Selain itu, sejumlah perusahaan juga telah menjadikan Creative Hub sebagai lokasi rekrutmen tenaga kerja. Hasilnya, beberapa anak muda Makassar kini telah diberangkatkan bekerja ke Jepang.

“Kami memberikan semua fasilitas ini secara gratis, agar anak-anak Makassar bisa meningkatkan kemampuan mereka untuk bersaing di dunia kerja maupun dunia usaha,” ungkap Munafri.

Ia menegaskan, keberadaan MCH merupakan bentuk nyata hadirnya pemerintah di tengah masyarakat dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan dan pengangguran.

Lanjut dia, Creative Hub ini benar-benar memberikan aksi nyata bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat.

“Banyak daerah datang ke Makassar untuk studi tiru. Tapi kami pun terus berbenah karena merasa belum sempurna. Kehadiran Creative Hub Nusantara ini menjadi upaya untuk mengurai beban kegiatan yang sangat padat di MCH Losari,” ujarnya.

Munafri menyebut, dengan jumlah penduduk Makassar mencapai 1,4 juta jiwa, yang tersebar di 15 kecamatan dan 153 kelurahan, kebutuhan ruang kreatif dan pelatihan sangat besar.

Oleh karena itu, Pemkot Makassar berencana menambah dua Creative Hub baru di tahun depan untuk menjawab permintaan yang terus meningkat.

Disebutkan, tingkat pengangguran terbuka tahun lalu masih di angka dua digit, sekitar 11 persen.

“Alhamdulillah sekarang sudah turun menjadi 9 persen. Salah satu faktor yang berkontribusi adalah berfungsinya Creative Hub ini dalam memberikan ruang dan kesempatan bagi anak muda untuk bekerja dan berwirausaha,” paparnya.

Baca Juga:  Komunitas Guru Hebat Berbagi Gelar Pelatihan Pembuatan SKP Online

Lebih lanjut, Munafri mengungkapkan harapannya agar MCH Nusantara menjadi tempat spesialisasi karya anak muda Makassar, khususnya di bidang digital dan teknologi.

Appi ingin menjadikan tempat ini sebagai ruang spesialisasi karya anak-anak Makassar.

“Banyak di antara mereka yang tertarik dengan dunia digitalisasi, coding, dan programming. Kegiatan seperti itu sudah sering dilakukan di sini,” terangnya.

Menariknya, seluruh kegiatan di Creative Hub dikelola oleh anak muda sendiri, agar atmosfernya lebih segar dan sesuai karakter generasi saat ini.

Pihak Pemkot melibatkan anak muda dalam pengelolaan agar nuansanya tidak seperti diklat formal.

“Pendekatannya, penuh kreativitas, dan mentor-mentornya pun kami pilih agar sesuai dengan semangat anak muda yang belajar sambil berkarya,” ungkapnya.

Munafri juga menyampaikan rasa terima kasih dan haru atas kesempatan yang diberikan oleh Kementerian Keuangan melalui LMAN untuk memanfaatkan aset negara tersebut.

Mendapatkan gedung seperti ini. Ada amfiteater, ruang terbuka, dan kelas-kelas pelatihan. Ini luar biasa,” tutur Munafri kepada Dirjen Kekayaan Negara.

Ia berharap kerja sama ini dapat menjadi awal kolaborasi jangka panjang antara Pemerintah Kota Makassar dan Kementerian Keuangan untuk mencetak generasi muda yang kreatif, produktif, dan berdaya saing tinggi.

“Semoga dari hasil penandatanganan kerja sama ini, kita benar-benar bisa menciptakan generasi yang mencerdaskan kehidupan bangsa,” tutup Munafri disambut tepuk tangan.

Melalui kolaborasi strategis ini, Pemerintah Kota Makassar menegaskan komitmennya menjadikan Makassar sebagai kota kreatif, kolaboratif, dan berdaya saing di kawasan Timur Indonesia, sekaligus mengoptimalkan aset negara agar memberikan manfaat sosial dan ekonomi nyata bagi masyarakat.

Acara ini dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Kekayaan Negara (Dirjen KN) Kemenkeu RI, Rional Silaban, bersama jajaran DJKN, pejabat LMAN, serta sejumlah perwakilan Pemerintah Kota Makassar.(jk)

Fokus operasional dan ruang kerja kreatif:

– Kantor staf, ruang partisi kerja, studio produksi (foto, video, grafis, editing).
– Kolaborator: Asosiasi industri kreatif dan ketenagakerjaan.
– Tenaga kerja tetap: 20 orang (kepala kantor, operator, CS, desain, foto‑video, editor, admin, keamanan dan kebersihan).

Baca Juga:  Jelang Ulang Tahun, Fraksi Gerindra DPRD Makassar Pantau Program MBK di Sekolah

Fokus sustainability dan green innovation:

– Fasilitas: greenhouse/kebun rooftop.
– Kolaborator: Dinas Lingkungan Hidup, komunitas Makassar Berkebun, Tanami Tanata.
– Tujuan: edukasi lingkungan dan praktik pertanian perkotaan.

MCH Nusantara, ada 5 Lantai Ruang Kreatif di Jalan Nusantara:

Lantai 1: – Area Publik dan Literasi.

– Fungsi: ruang interaksi terbuka untuk mempromosikan karya lokal.
– Fasilitas: pelataran dan parkir motor, resepsionis, MCH Store, amfiteater, panggung, perpustakaan, ruang komunal.
– Kolaborator: Dinas PU, Diskominfo, Dinas Perpustakaan, komunitas literasi, media, UMKM, kelompok budaya.
– Tujuan: menjadi titik pertemuan antara komunitas dan masyarakat luas, mendukung edukasi, co‑working, serta inkubasi usaha kreatif.

Lantai 2: – Kolaborasi dan Edukasi.

– Fungsi: ruang belajar dan kerja sama antar‑pelaku kreatif.
– Fasilitas: kafe, ruang kelas, co‑working space.
– Kolaborator: komunitas, SKPD mitra, pelaku usaha kafe, media.
– Tujuan: meningkatkan kapasitas ekonomi kreatif lewat pembelajaran praktis dan jaringan.

Lantai 3: – Galeri dan Pameran.

– Fungsi: menampilkan seni visual dan pertunjukan.
– Fasilitas: galeri seni, ruang kelas, teras kafe.
– Kolaborator: Dinas PU, komunitas seni dan budaya, media.
– Tujuan: memberi eksposur luas bagi seniman lokal dan memperkaya budaya kota.

Lantai 4: – Manajemen dan Produksi.
– Fungsi: pusat administrasi dan produksi konten.
– Fasilitas: kantor staf, ruang partisi kerja, studio produksi (foto, video, grafis, editing).
– Kolaborator: asosiasi industri kreatif, tenaga kerja terampil.
– Tujuan: mendukung operasional harian dan menghasilkan karya berkualitas.

Lantai 5: – Rumah Hijau dan Urban Farming.

– Fungsi: edukasi lingkungan dan praktik pertanian perkotaan.
– Fasilitas: greenhouse/kebun rooftop.
– Kolaborator: Dinas Lingkungan Hidup, komunitas Makassar Berkebun, Tanami Tanata.
– Tujuan: menumbuhkan kesadaran ekologis dan inovasi hijau.

Dampak yang Diharapkan
– Ekonomi kreatif daerah lewat inkubasi, pameran, dan produksi.
– Pemberdayaan masyarakat, co‑working dan ruang pelatihan membuka peluang kerja.
– Optimalisasi aset negara, bangunan milik Kementerian Keuangan (LMAN) dimanfaatkan untuk manfaat sosial‑ekonomi nyata.
– Citra Makassar, memperkuat posisi kota sebagai hub kreatif kolaboratif di Indonesia Timur.

Share :

Baca Juga

Sulsel

Wali Kota Munafri Respons Polemik Paskibraka Nasional, Harap Proses Berjalan Fair dan Objektif

Sulsel

Benahi Pipa dan Tambah Suplai, PDAM Makassar Fokus Tangani Keluhan Air Bersih Warga

Sulsel

Makassar Raih WTP Kelima Berturut-turut, Munafri Tegaskan Komitmen Tindaklanjut Rekomendasi BPK

PINRANG

Pemkab Pinrang Menggelar Operasi Pasar di Pasar Sentral

Sulsel

Munafri-Aliyah Akan Salat Idul Adha Bersama Ribuan Warga di Lapangan Karebosi

Sulsel

Puluhan Tahun Semrawut, Pasar Tumpah di Jalan Veteran Makassar Akhirnya Ditertibkan

Sulsel

TSN II SMADA Makassar Sukses Digelar, Munafri Sampaikan Apresiasi untuk Alumni

Sulsel

Hadiri Webinar Nasional, Wabup Takalar Tekankan Tata Cara Pemotongan Hewan sesuai Syariat Islam