Wali Kota juga mengingatkan agar kandidat maupun pendukung yang kalah tidak membawa ego pribadi dengan menarik diri dari proses sosial di wilayahnya.
“Coba bayangkan kalau yang kalah hanya karena ego pribadinya mengajak pendukung untuk tidak mau bergabung. Kasihan pendukung-pendukung ini. Tidak akan mendapatkan sesuatu karena ego satu orang,” tuturnya.
Ia menegaskan pentingnya melebur dan bersatu kembali selepas pemilihan demi pemerataan bantuan dan keberlanjutan pembangunan.
Munafri juga menjelaskan alasan perlunya syarat domisili untuk calon ketua RT.
“Supaya tahu orang-orang yang ada itu yang terpilih jadi ketua RT. Tahu kondisi wilayahnya, tahu siapa yang miskin, tahu siapa yang perlu bantuan, tahu siapa yang sakit,” jelasnya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa pemilihan RT/RW bukan ajang adu kekuatan atau persaingan keras.
Pemilihan digelar untuk memastikan hadirnya sosok yang mampu menjadi koordinator dan jembatan komunikasi antara warga dan Pemerintah. Ini bukan tempat untuk saling sikut, gontok-gontokan.
“Pemilihan ini diadakan untuk benar-benar memuji ketokohan seseorang untuk mampu dijadikan pemimpin di tingkat bawah. Bisa berkomunikasi dengan lurahnya, camatnya, Danramil, Kapolsek,” ungkapnya.
Wali Kota meminta seluruh pihak menjaga situasi agar tidak terjadi keributan yang melibatkan kelompok masyarakat.
Ia menegaskan kembali bahwa pemilihan ini bertujuan memilih figur yang mau bekerja, melayani, dan sibuk mengurus masyarakat.
“Ini bukan tempat untuk sok jago. Tapi mencari orang yang mau sibuk, mau mengurusi masyarakat,” katanya.
Munafri menyebutkan bahwa selama ini aduan terkait penyaluran bantuan sering menyasar ketua RT. Dengan adanya pemilihan langsung ini, masyarakat diberi kesempatan memilih figur yang dianggap mampu memfasilitasi kepentingan mereka.
Mengakhiri arahannya, Wali Kota meminta aparat keamanan, lurah, dan tokoh masyarakat ikut menjaga suasana agar tetap kondusif.
“Tolong kita menjaga sama-sama ini. Supaya tidak ada ribut-ribut, tidak ada riak-riak, karena kita mau pemilihan ini berjalan aman dan lancar,” harapnya.
Sebelum melanjutkan pemantauan ke sejumlah TPS, Munafri juga menitipkan koordinasi teknis pemilihan kepada para camat agar pelaksanaannya berjalan tertib dan terkendali.
“Namanya pemilihan, pasti ada sedikit riak, tapi tolong diminimalisir semaksimal mungkin. Yang kami inginkan, pemilihan ini berjalan aman dan lancar,” pungkasnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















