Proses pembersihan mulai terlihat di sekitar lokasi masjid. Alat berat dikerahkan untuk memindahkan material lumpur dan kayu.
Namun, di tengah kerusakan tersebut, Masjid Taqwa Guo tampak masih berdiri kokoh meski dihantam banjir bandang.
Bangunan utama masjid nyaris tidak mengalami kerusakan berat. Hanya sisa-sisa lumpur yang masih menempel di bagian dalam dan luar bangunan.
Sementara itu, area tempat wudu dan toilet masjid yang terpisah dari bangunan utama tampak rusak cukup parah setelah dihantam material kayu yang terbawa arus.
Salah seorang warga, Babori (60), bercerita detik-detik kejadian diterjang banjir bandang di Padang.
“Bobori bercerita bahwa kejadiannya hari Kamis sekira pukul 23.00 Wib. Sebelum banjir, memang ada aliran sungai kecil di sini. Air itu meluap sambil membawa batang-batang kayu tumbang dan menghantam bangunan masjid, terutama WC yang letaknya terpisah,” ujarnya.
Menurut Babori, tinggi aliran air saat puncak banjir diperkirakan sekira 1,5 meter, bahkan puluhan warga sempat terisolasi selama beberapa jam karena ketinggian air yang terus meningkat dan tidak bisa dilalui.
“Meluapnya mulai sekira pukul 24 00 Wib. Sempat surut sekira pukul 5 subuh, tapi naik lagi hingga sekira pukul 10 pagi. Setelah itu barulah warga berani melintas,” jelasnya.
Tim penyelamat yang tiba pada pagi hari membantu evakuasi warga dengan memasang tali pengaman untuk memudahkan mereka menyeberang di tengah derasnya arus.
Saat air mulai surut, warga mendapati masjid dipenuhi lumpur hingga setinggi lutut. Warga bersama relawan kemudian bergotong royong membersihkan seluruh area masjid.
“Ini baru selesai dibersihkan. Selama empat hari alat berat membantu mengangkut lumpur. Kemarin lumpurnya setinggi lutut. Alhamdulillah sekarang masjid sudah bersih dan bisa digunakan lagi,” Ungkap Babori.
Hingga kini, warga Kampung Guo masih melakukan pembersihan sisa material banjir sambil menunggu bantuan perbaikan rumah dan fasilitas umum yang terdampak.(berbagi sumber)
















