“Atas arahan Bapak Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, kami diminta bergerak cepat dalam kondisi seperti ini demi kemanusiaan, dan tidak mengenal batas wilayah,” jelasnya.
Dalam penguatan respons tersebut, BPBD Kota Makassar mengerahkan 12 personel, 2 unit mobil ambulans, 2 unit mobil Rescue, 1 unit drone untuk pemantauan udara.
“Ini kan tujuan penerbangan adalah Makassar, sehingga kesiapsiagaan menjadi tanggung jawab moral kami,” ungkapnya.
Ia menambahkan, seluruh personel BPBD Makassar bekerja dalam rantai komando operasi SAR yang dipimpin Basarnas, dengan fokus pada dukungan kebencanaan, kesiapan shelter, logistik, dan penanganan kedaruratan.
“Kami tidak mengambil alih kewenangan. Kami hadir untuk memperkuat tim gabungan. Setiap langkah kami lakukan secara terukur, terkoordinasi, dan berbasis data resmi,” ujarnya.
BPBD Kota Makassar memastikan kesiapan untuk menyesuaikan dukungan personel dan peralatan seiring dengan perkembangan situasi dan kebutuhan operasi di lapangan.
“Informasi lanjutan akan disampaikan secara resmi dan berkala kepada publik,” imbuh Fadli.
Hingga saat ini, proses pencarian masih terus berlangsung. Tim gabungan menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi jatuhnya pesawat, dengan mempertimbangkan data terakhir radar serta informasi dari warga sekitar.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta memberikan ruang bagi tim penyelamat untuk bekerja secara optimal.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















