“Kita sudah buktikan melalui beberapa pertemuan dan kegiatan yang dilakukan bersama, saling memberi masukan sehingga jalannya roda pemerintahan di Kota Makassar bisa terkelola dengan baik,” sambungnya.
Lebih jauh, Munafri menggaris bawahi dinamika Kota Makassar sebagai kota besar dengan mobilitas penduduk yang tinggi, yang tentunya berpotensi menghadirkan berbagai persoalan sosial maupun hukum.
Oleh karena itu, ia menekankan dengan jumlah penduduk sekitar 1,5 juta jiwa yang bisa meningkat hingga lebih dari 2 juta orang pada siang hari, dibutuhkan sinergi kuat antar lembaga untuk mengantisipasi dan menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul.
“Artinya potensi konflik sosial maupun konflik hukum sangat besar. Karena itu dibutuhkan sinergi dan kolaborasi semua pihak untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang ada,” katanya.
Terakhir, Munafri menyampaikan harapannya agar momentum peringatan Nuzulul Qur’an ini seharusnya menjadi pengingat bagi semua pihak untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“Acara ini memberikan pencerahan bagi kita semua tentang bagaimana menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan bagaimana mengamalkannya dengan sebaik-baiknya,” tutupnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















