“Pelepasan Kafilah ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi wujud komitmen kita dalam membina generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam tilawah, tetapi juga berakhlak mulia dan mampu membawa nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Aliyah berharap seluruh peserta kafilah Kota Makassar dapat tampil maksimal dalam setiap cabang lomba yang diikuti, sekaligus menjaga nama baik daerah di tingkat provinsi.
Ia juga menekankan pentingnya menjadikan ajang MTQ sebagai sarana mempererat ukhuwah Islamiyah antar peserta dari berbagai daerah.
“Harapan kami, seluruh peserta dapat tampil maksimal, menjaga nama baik Kota Makassar, serta menjadikan MTQ ini sebagai sarana mempererat ukhuwah dan meningkatkan kecintaan kita terhadap Al-Qur’an,” tuturnya.
Dia optimistis, dengan persiapan yang matang serta dukungan doa dari seluruh masyarakat, kafilah Kota Makassar mampu meraih hasil terbaik pada pelaksanaan MTQ di Kabupaten Maros.
“Insya Allah, dengan persiapan dan doa bersama, kita bisa meraih hasil terbaik,” pungkasnya.
Sedangkan, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kota Makassar, Muhammad Syarif, menyampaikan kesiapan penuh kafilah Kota Makassar, dalam mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXIV Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang akan digelar di Kabupaten Maros, pada tanggal 10 hingga 19 April 2026.
Dalam laporannya, Syarif mengungkapkan total kekuatan kontingen mencapai 105 orang yang terdiri dari peserta, pelatih, dan ofisial.
“Jumlah peserta dan ofisial kita sebanyak 105 orang. Ini termasuk pelatih sebanyak 8 orang dan ofisial 31 orang. Seluruh cabang lomba kita ikuti,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kafilah Kota Makassar akan berlaga di seluruh cabang yang dipertandingkan, yakni sebanyak 18 cabang lomba untuk kategori putra dan putri, baik yang bersifat perorangan maupun beregu.
Cabang tersebut meliputi Tartil Qur’an, Tilawah anak-anak, remaja, dan dewasa, Qira’at Murattal, hafalan Al-Qur’an mulai dari satu juz hingga 30 juz, Tafsir Bahasa Arab, Tilawah Bahasa Indonesia dan Inggris, Fahmil Qur’an, Syahril Qur’an, Kaligrafi, hingga Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an.
Menurut Syarif, seluruh peserta yang diberangkatkan telah melalui proses seleksi ketat serta pembinaan intensif melalui training center (TC).
Hal ini menjadi dasar optimisme bahwa seluruh peserta memiliki peluang besar untuk meraih prestasi terbaik.
“Kita berkeyakinan semua memiliki potensi untuk juara, bahkan juara umum. Karena kita telah melalui seleksi yang ketat dan TC yang maksimal,” jelasnya.
Dia juga memohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Kota Makassar agar target meraih juara umum dapat terwujud, terlebih pada pelaksanaan MTQ kali ini Makassar bertekad meningkatkan capaian dari tahun sebelumnya yang berhasil meraih juara dua umum.
Lebih lanjut, Syarif menjelaskan rangkaian kegiatan MTQ berlangsung selama kurang lebih sembilan hingga sepuluh hari, sementara masa penugasan kontingen disesuaikan dengan jadwal efektif sekitar delapan hari.
Para peserta bahkan telah lebih awal tiba di lokasi dan menempati pemondokan di Hotel untuk melakukan persiapan akhir, termasuk latihan lanjutan secara mandiri.
Ia menegaskan, laporan ini menjadi bentuk dukungan sekaligus penghormatan Pemerintah Kota Makassar kepada para kafilah yang akan membawa nama daerah di ajang keagamaan tingkat provinsi tersebut.
Dalam struktur pembinaan, kafilah Kota Makassar berada di bawah dukungan penuh Pemerintah Kota Makassar, dengan pembina utama Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, serta melibatkan Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, para pelatih profesional, dan tokoh agama.
“Dengan persiapan matang dan dukungan berbagai pihak, Pemerintah Kota Makassar optimistis kafilahnya mampu tampil maksimal dan membawa pulang gelar juara umum dari Kabupaten Maros,” tutupnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman















