Ia menjelaskan, setiap peserta akan bertemu dengan seluruh anggota tim pansel untuk memastikan proses seleksi berjalan objektif dan transparan.
“Sebanyak 64 peserta ini akan bertemu dengan seluruh tim pansel. Dengan metode ini, kami berharap bisa melihat secara lebih komprehensif kualitas masing-masing calon pimpinan Baznas,” jelasnya.
Menurut Syarief, melalui tahapan wawancara ini, tim pansel dapat menilai aspek inovasi, komitmen, serta kesungguhan para peserta dalam mengemban amanah sebagai pimpinan Baznas ke depan.
Pemerintah Kota Makassar juga menaruh harapan besar agar pimpinan Baznas yang terpilih mampu menghadirkan terobosan dan inovasi, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang terus berkembang.
“Kami berharap calon pimpinan Baznas memiliki inovasi dan kreativitas, apalagi dalam menghadapi dinamika seperti pasca pandemi, bencana, hingga kondisi global saat ini. Baznas harus mampu beradaptasi dan menjawab tantangan zaman,” tuturnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya optimalisasi pengelolaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang tersebar di masjid-masjid sebagai potensi besar dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap mereka memiliki kemampuan mengelola UPZ dengan baik, sehingga dapat menjadi peluang besar untuk membantu pelaku UMKM maupun masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Syarief.
Ia menambahkan, peran Baznas ke depan sangat strategis dalam mendukung program pemerintah daerah, khususnya dalam penguatan ekonomi kerakyatan dan penanggulangan kemiskinan.
Tahapan seleksi ini akan terus berlanjut hingga terpilih pimpinan Baznas Kota Makassar yang dinilai paling memenuhi kriteria untuk masa kerja 2026 – 2031.
“Hasil dari seleksi kompetensi ini selanjutnya akan menjadi dasar dalam penetapan pimpinan Baznas Kota Makassar periode 2026 – 2031,” pungkasnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















