Dengan pengelolaan yang lebih terstruktur, diharapkan potensi wisata ini dapat berkembang secara berkelanjutan tanpa merusak lingkungan.
“Pulau Sanrobengi adalah aset berharga milik masyarakat Takalar. Pembersihan dan perbaikan pengelolaan ini agar pulau ini tetap indah, nyaman dikunjungi, dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar dalam jangka panjang,” tegas Bupati Takalar, Minggu 21 Juni 2026.
Diakhir keterangannya, Bupati Takalar menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap pembangunan sektor pariwisata yang ramah lingkungan, serta mengajak seluruh pihak untuk turut menjaga kebersihan dan kelestarian destinasi wisata alam di Kabupaten Takalar.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















