“Ketika pemimpinnya menunjukkan integritas, ketulusan, dan etos kerja yang baik, maka seluruh ekosistem sekolah akan bergerak mengikuti irama kebaikan tersebut,” sambung Appi.
Pada kesempatan itu, Munafri juga menekankan pentingnya pembenahan data pegawai, khususnya data guru, yang selama ini menjadi salah satu kendala dalam proses pengukuhan kepala sekolah.
Ia mengungkapkan, persoalan akurasi data menjadi faktor utama yang menyebabkan proses pengukuhan kepala sekolah membutuhkan waktu panjang.
Menurut Appi, sinkronisasi, validasi, dan verifikasi data harus dilakukan secara cermat agar menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran.
“Di era digital saat ini, data adalah kompas. Data yang keliru akan melahirkan kebijakan yang keliru. Data guru yang tidak akurat dapat menghambat karier mereka dan mengganggu pemetaan mutu pendidikan,” jelas politisi Golkar itu.
Karena itu, Munafri meminta para kepala sekolah yang baru dilantik, agar menjadikan pembenahan data pegawai sebagai tugas prioritas segera setelah kembali ke sekolah masing-masing.
Jangan ada lagi pembiaran terhadap data yang tidak valid, ia. Meminta Kepsek menjadikan data sebagai pekerjaan pertama yang harus segera dituntaskan.
“Saya menuntut keseriusan penuh untuk membenahi, merapikan, dan memperbaiki data pegawai di satuan pendidikan masing-masing. Jadikan ini sebagai pekerjaan pertama yang harus segera dituntaskan,” tegasnya.
Munafri menambahkan, seluruh kepala sekolah yang dilantik telah melewati proses seleksi yang ketat, objektif, dan transparan.
Mulai dari uji kompetensi, wawancara mendalam, hingga penelusuran rekam jejak yang dilakukan secara menyeluruh.
Karena itu, ia berharap para kepala sekolah yang terpilih mampu menjawab kepercayaan yang diberikan dengan kinerja, integritas, serta dedikasi tinggi dalam memajukan pendidikan di Kota Makassar.
“Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah langkah untuk membangun fondasi yang kokoh bagi kemajuan pendidikan Kota Makassar,” kata Appi.
“Amanah besar telah diberikan, dan saya yakin seluruh kepala sekolah mampu menjalankannya dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.
Sedangkan, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, turut menyampaikan pesan khusus kepada ratusan kepala sekolah yang baru dilantik dan dikukuhkan di Tribun Lapangan Karebosi.
Dalam momentum pelantikan 369 kepala sekolah tingkat SD dan SMP se-Kota Makassar tersebut, Aliyah menegaskan jabatan kepala sekolah bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah besar untuk membentuk generasi masa depan yang unggul dan berkarakter.
“Pelantikan ini bukan sekadar penugasan jabatan, tetapi amanah besar untuk melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” jelasnya.
Ia berharap para kepala sekolah yang baru dilantik mampu menjalankan tugas dengan penuh profesionalisme, integritas, serta menghadirkan berbagai inovasi untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kota Makassar.
“Saya berharap para kepala sekolah yang baru dilantik dapat menjadi pemimpin yang inspiratif, mampu menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas, serta terus berinovasi demi kemajuan pendidikan di Kota Makassar,” harap Aliyah.
Menurutnya, kepala sekolah memiliki peran strategis sebagai motor penggerak perubahan di lingkungan pendidikan.
Karena itu, kepemimpinan yang kuat, visioner, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman menjadi kebutuhan utama dalam menjawab tantangan dunia pendidikan saat ini.
Aliyah juga menekankan pentingnya membangun budaya sekolah yang sehat, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan karakter peserta didik.
Dia mengajak seluruh kepala sekolah untuk menghadirkan suasana belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh siswa.
Selain fokus pada peningkatan kualitas akademik, para kepala sekolah juga diharapkan mampu memperkuat pendidikan karakter, menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, serta membangun budaya prestasi di lingkungan sekolah masing-masing.
Menurut Aliyah, keberhasilan pembangunan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh kualitas kepemimpinan di tingkat sekolah.
Karena itu, ia berharap para kepala sekolah yang baru dilantik dapat menjadi teladan bagi guru, tenaga kependidikan, peserta didik, maupun orang tua siswa dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih baik.
“Kolaborasi, dedikasi, dan inovasi yang terus dikembangkan, saya optimistis pendidikan di Kota Makassar akan semakin maju, di masa depan,” tutupnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















