Selain investasi, keduanya juga bertukar gagasan mengenai pembangunan berkelanjutan.
Munafri mengungkapkan, Menteri Pertanian memberikan berbagai ide terkait pembangunan sektor pendidikan, kesehatan, keumatan, hingga konsep pembangunan yang mengedepankan prinsip ramah lingkungan.
“Tadi kami berdiskusi sangat luar biasa. Banyak ide yang beliau sampaikan, bagaimana fokus terhadap pembangunan pendidikan, kesehatan, keumatan, dan tentu membangun sistem pembangunan yang ramah lingkungan,” jelasnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Munafri menegaskan Pemerintah Kota Makassar harus mampu menyiapkan seluruh perangkat regulasi dan birokrasi agar tidak menjadi hambatan bagi investor.
“Jangan sampai hanya karena hambatan birokrasi, investor membatalkan niatnya masuk ke Makassar,” tuturnya.
“Kita ingin Makassar menjadi kota yang benar-benar ramah investasi. Karena itu, regulasi harus disusun agar para investor merasa nyaman dan aman berinvestasi di Kota Makassar,” sambungnya.
Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas sejumlah isu strategis, mulai dari penguatan investasi, pengembangan sektor pertanian perkotaan (urban farming).
Dimana, pemanfaatan teknologi dalam budidaya tanaman, hingga sinergi mendukung program swasembada pangan nasional melalui kolaborasi lintas sektor.
Dalam kesempatan itu, Munafri juga menekankan peluang pengembangan urban farming sebagai bagian dari ketahanan pangan di wilayah perkotaan.
Dia mengatakan, Pemerintah Kota Makassar sejak lama telah mendorong pemanfaatan lahan-lahan sempit agar tetap produktif menghasilkan komoditas pertanian berkualitas.
“Makassar harus menjadi salah satu contoh bagaimana memberdayakan lahan-lahan sempit untuk menghasilkan produk pertanian yang berkualitas,” katanya.
Ke depan, Pemkot Makassar akan mengadopsi konsep pertanian modern yang telah diterapkan di berbagai negara, seperti pembangunan greenhouse berbasis teknologi Internet of Things (IoT) guna meningkatkan produktivitas pertanian di kawasan perkotaan.
Menurut Munafri, tantangan yang kini sedang dipersiapkan pemerintah adalah penyediaan lahan yang sesuai untuk mendukung pembangunan greenhouse modern tersebut.
Apalagi kata dia, di beberapa negara sudah menggunakan sistem greenhouse berbasis IoT.
“Pemerintah Kota Makassar juga akan menuju ke sana. Persoalannya sekarang adalah kesiapan lahan yang akan digunakan untuk membangun greenhouse berbasis teknologi tersebut,” tutupnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















