“Pengelolaan sampah rumah tangga sebaiknya dimulai dari hal sederhana, seperti memilah sampah dan mengurangi penggunaan barang yang menghasilkan sampah secara berlebihan,” ungkapnya.
Mariyani juga mendorong agar masyarakat tidak hanya melihat sampah sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi juga memahami bahwa sebagian sampah masih dapat dimanfaatkan atau memiliki nilai ekonomis.
“Edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan agar pemilahan sampah menjadi kebiasaan, sehingga sampah yang masih memiliki manfaat dapat dikelola dengan lebih baik,” katanya.
Sedangkan narasumber Sukri Abbas, menyampaikan materi yang memperkuat pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Ia menilai pengelolaan sampah akan lebih optimal apabila terdapat kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan lingkungan sekitar.
“Kebersihan lingkungan tidak bisa diwujudkan hanya dengan mengandalkan petugas kebersihan, karena masyarakat merupakan bagian utama dalam menghasilkan sekaligus mengelola sampah rumah tangga,” ungkapnya.
Sukri Abbas menambahkan, kepedulian terhadap sampah perlu dibangun melalui kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.
“Yang paling penting adalah membangun kesadaran dan kedisiplinan dari rumah. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara terus-menerus dapat memberikan pengaruh besar terhadap kondisi lingkungan,” pungkasnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















