Home / Tak Berkategori

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:52 WIB

Menangkal Disinformasi Perbatasan: Membedah Tiga Gagasan Taktis Irjen Pol Andry Wibowo

Oleh Ady Indra Pawennari, Ketua Umum Komunitas Jurnalis Kepri

MEDIASINERGI.CO

KEPRI – Saya memang belum begitu mengenal dekat sosok Inspektur Jenderal Polisi Dr. Andry Wibowo, S.I.K., M.H, M.Si, Analis Kebijakan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri ini. Namun, dalam beberapa hari terakhir, ruang tajuk dan diskusi kita dipenuhi oleh buah pikirannya yang menghentak publik. Sebuah gagasan visioner tentang betapa krusialnya sinergitas antara Polri dan pers dalam menjaga keamanan siber serta menangkal badai disinformasi di wilayah perbatasan.

Sejak saya mengundangnya sebagai narasumber untuk Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang ditaja Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) bekerja sama dengan UPN “Veteran” Yogyakarta di Tanjungpinang, sosoknya tidak lagi terasa asing. Ia seperti seorang sahabat lama yang membawa secercah cahaya bagi dunia literasi dan keamanan kita.

Ikatan emosional ini terasa kian lekat saat mengetahui bahwa jenderal bintang dua ini merupakan putra asli Yogyakarta, kelahiran 12 Juni 1971. Kehadirannya dalam agenda UKW besok seolah menjadi jembatan kultural yang indah, mempertemukan tanah kelahirannya dengan bumi gurindam tempat kami mengabdi.

Sejak awal berkomunikasi, rasa hormat saya langsung tumbuh. Di tengah jabatan mentereng dan pundak yang dihiasi bintang dua, Ia sama sekali tidak menunjukkan ego atau jarak. Tidak ada kesan angkuh yang sering kali melekat pada petinggi negeri saat berhadapan dengan seorang wartawan daerah. Ia mendengarkan dengan hati, berbicara dengan empati, dan menempatkan pers bukan sebagai objek, melainkan sebagai mitra strategis yang setara.

Belakangan saya baru menyadari bahwa ketulusan dan ketajaman berpikir ini dibentuk oleh tempaan pengalaman yang luar biasa. Jauh sebelum memikirkan kedaulatan digital dalam negeri, mantan Kapolres Bengkalis, Riau ini telah menguji nyalinya di panggung dunia.

Irjen Pol Andry Wibowo pernah tergabung menjadi anggota Kontingen Garuda XIV-12 di Bosnia Herzegovina. Tugas tersebut bukan lagi sekadar menjaga keamanan wilayah, melainkan sebuah misi suci membawa nama baik Indonesia sebagai juru damai di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pengalaman internasional di medan konflik ini membuka cakrawala baru yang membentang luas. Kemampuan bahasa asing yang mumpuni serta pemahaman mendalam tentang kepolisian global membawanya menimba ilmu ke berbagai penjuru dunia. Ia tercatat pernah menyerap ilmu dari COESPU dan FPU Brimob di Italia, HAKI di Australia, Intelijen di Kanada, hingga Community Policing (Perpolisian Masyarakat) di Jepang.

Kombinasi antara ketegasan lapangan dan wawasan global ini membuat Andry bertransformasi menjadi seorang diplomat berseragam yang disegani. Maka tidak heran, ia dipercaya mewakili Polri dalam Strategic Leadership Meeting untuk pengamanan Olimpiade Beijing.

Maka, ketika hari ini kita mendengar pemikiran beliau yang jenius tentang perbatasan, kita tahu gagasan itu lahir dari rahim pengalaman kelas dunia. Kesehariannya yang dekat dengan media pun sudah mengakar sejak lama.

Share :

Baca Juga

Jakarta

Integrasi Data Bea Cukai-Pajak Dinilai Mendesak, BCW: Jangan Berhenti pada Pertukaran Data

Sulsel

Masa Depan TPA Makassar, Appi: dari Beban TPA Menjadi Nilai Ekonomi dan Peternakan Ikut Dikembangkan

Sulsel

Kolaborasi Lintas Elemen Menuju Sulsel Bebas Narkoba
Irjen Pol Andry Wibowo: Sinergi Polri-Pers Kunci Utama Tangkal Disinformasi di Wilayah Perbatasan

Nasional

Dukung Asta Cita Presiden, Wamendes Riza Patria Minta Wahdah Islamiyah Jadi “Sahabat Desa”

SOPPENG

Empat PJU Polres Soppeng Bergeser

Sulsel

Bupati Wajo Buka Rakor GTRA, Perkuat Sinergi Reforma Agraria dan Penyelesaian Persoalan Pertanahan

Sulsel

Pemkot Makassar Kejar Serapan APBD Makassar 95 Persen, Kepala OPD Diminta Tinggalkan Kebiasaan Lama