Lebih jauh Munafri mengingatkan, identitas Kecamatan Wajo yang memiliki karakter yang khas. Ia mengatakan meski secara wilayah tergolong kecil, Wajo dinilai memiliki kontribusi besar terhadap kehidupan sosial dan ekonomi Kota Makassar.
Munafri menjelaskan, Wajo merupakan salah satu kawasan yang menjadi titik pertemuan masyarakat dari berbagai latar belakang etnis, sekaligus pusat aktivitas ekonomi dengan keberadaan sejumlah pasar dan kawasan pelabuhan.
“Kecamatan ini kecil, tapi punya peran yang sangat besar. Terutama di dalam faktor pendukung ekonomi Kota Makassar. Ada empat pasar di Kecamatan Wajo, ada pelabuhan. Sentra-sentra ekonomi berdenyut setiap hari di Kecamatan Wajo,” katanya.
Ia menyebut keberagaman masyarakat di Wajo telah tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Keberadaan Kampung Melayu, Kampung Ende, Buton dan berbagai komunitas lainnya menjadi gambaran bagaimana interaksi lintas etnis telah terbangun di wilayah tersebut.
Munafri lantas mengapresiasi masyarakat dan jajaran pemerintah kecamatan yang terus mengembangkan potensi wilayah. Ia mengataka peran Wajo sebagai Kampung Toleransi menjadi bagian penting dalam memperkuat karakter Kota Makassar sebagai kota yang mampu hidup dalam keberagaman.
“Dari Kecamatan Wajo inilah begitu banyak poin yang terkumpul, sehingga Makassar mendapatkan penghargaan masuk ke dalam 10 besar kota toleransi yang ada di Indonesia,” ujarnya.
Selain itu, Munafri juga mengapresiasi inovasi urban farming yang dikembangkan di tengah keterbatasan lahan Kecamatan Wajo. Serta upaya implementasi pengelolaan sampah agar dipilah dari rumah yang diiringi dengan telah tersedianya TPS3R.(jk)
Editor: Manaf Rachman

















