“Kegiatan kebudayaan sangat erat karena di sini ada Kampung Budaya. Di sini juga terjadi asimilasi budaya yang sangat baik,” jelasnya.
Menurutnya, masyarakat di Kecamatan Panakkukang telah menunjukkan bagaimana keberagaman dapat dirawat melalui sikap saling menghormati dan menjaga toleransi.
“Ini menjadi salah satu contoh kecamatan yang benar-benar membangun nilai toleransi yang sangat baik. Mereka tumbuh bersama, tumbuh dengan baik, menjaga keragaman,” bebernya.
Ia mengatakan, kondisi tersebut turut menjadi bagian dari perjalanan Kota Makassar dalam meningkatkan posisi sebagai salah satu kota dengan tingkat toleransi yang baik di Indonesia.
Selain ekonomi dan toleransi, Munafri turut mengingatkan masyarakat mengenai komitmen Pemkot Makassar menjadikan kota sebagai wilayah yang bersih, indah, dan sehat.
Dia menegaskan, pemerintah tidak ingin mewariskan lingkungan yang kotor kepada generasi mendatang.
“Program pemerintah hari ini benar-benar ingin melihat Kota Makassar ini menjadi kota yang bersih, kota yang indah, kota yang sehat,” tegasnya.
Karena itu, seluruh kekuatan pemerintah kota akan diarahkan untuk mendukung upaya menjaga kebersihan dan menata keindahan kota.
Munafri juga kembali mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pengelolaan sampah, khususnya dengan melakukan pemilahan sampah dari rumah.
“Kita mengambil peran hari ini untuk mewariskan kepada generasi yang akan datang, bukan kota yang jorok dan kota yang kotor,” tuturnya.
“Tentu juga atas kesadaran masyarakat yang tidak henti-hentinya kita berikan sosialisasi agar supaya bisa melakukan pemilahan sampah di tempatnya masing-masing,” sambungnya.
Di hadapan warga Panakkukang, Munafri juga mengingatkan kondisi musim kemarau yang masih berlangsung di Kota Makassar.
“Kita berada dalam musim kemarau yang panjang. Menurut BMKG, hujan ini akan datang di akhir-akhir bulan Oktober, masuk sedikit lagi ke bulan November,” pungkasnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman

















