Pada kesempatan ini, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (PLN UID Sulselrabar), Edyansyah, memastikan kondisi sistem kelistrikan di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) masih dalam kondisi terkendali.
Edyansyah menyampaikan langsung perkembangan dan kondisi sistem kelistrikan di wilayah kerja PLN UID Sulselrabar.
“Tadi kami juga melaporkan kondisi sistem kelistrikan yang ada di Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat,” kata Edyansyah.
Menurutnya, PLN sejauh ini masih berupaya menjaga kontinuitas pasokan listrik agar tetap dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.
Namun, dalam satu hingga dua hari terakhir, PLN menghadapi persoalan tambahan akibat adanya pemeliharaan pada salah satu pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang berada di IPP Jeneponto.
Pemeliharaan tersebut berdampak terhadap berkurangnya pasokan tenaga listrik yang tersedia dalam sistem.
Edyansyah menyebut kapasitas pembangkit yang sedang menjalani pemeliharaan tersebut mencapai 125 megawatt (MW).
“Hanya saja satu-dua hari yang lalu kita sempat ada kejadian. Kita ada pemeliharaan terkait dengan PLTU yang ada di IPP Jeneponto sebesar 125 MW yang berdampak terhadap kekurangan pasokan tenaga listrik,” jelasnya.
Edyansyah mengatakan, berdasarkan informasi dari manajemen PLTU Jeneponto, pembangkit berkapasitas 125 MW tersebut ditargetkan kembali beroperasi secara normal paling lambat pada tanggal 5 September 2026.
Jika pemulihan berjalan sesuai rencana, kondisi sistem kelistrikan Sulselrabar diharapkan kembali membaik dan lebih stabil.
“Berdasarkan informasi dari manajemen PLTU Jeneponto, Insya Allah pada tanggal kurang lebih tanggal 5, kondisi sistem kelistrikan membaik kembali,” katanya.
Ia menyebut kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan pasokan tenaga listrik belum dapat tersedia secara optimal dalam beberapa hari terakhir.
“Ini adalah kondisi singkat terkait dengan ketidaksiapan pasokan tenaga listrik secara sempurna. Insyaallah nanti di tanggal 5 semua kondisi sistem akan jauh lebih baik, bahkan normal,” terangnya.
Menurut Edyansyah, pemulihan pasokan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan di Sulselrabar.
Dia juga meminta dukungan masyarakat agar kondisi sistem kelistrikan dapat kembali stabil dan pelayanan listrik tetap berjalan dengan baik.
“Kami mohon doa dan dukungannya, semoga sistem kelistrikan yang sebenarnya sudah terdampak kondisi super El Nino sejak bulan Juni, tetapi kita masih bisa menjaga kontinuitas pasokan tenaga listrik tetap eksis dan tetap bisa menyalurkan tenaga listrik secara baik,” tuturnya.
Terkait kondisi pemadaman bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kota Makassar, Edyansyah meminta masyarakat tetap tenang dan tidak risau.
Ia memastikan PLN terus melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan kondisi sistem kelistrikan sembari menunggu sejumlah kapasitas pembangkit kembali masuk ke dalam sistem.
“Kami menyampaikan kepada masyarakat untuk meyakini bahwa kondisi sistem masih tetap bisa kita kendalikan,” katanya.
Edyansyah juga menjelaskan terdapat tambahan kapasitas pembangkit yang saat ini masih dalam proses pemulihan.
Menurutnya, secara keseluruhan terdapat sekitar 300 MW kapasitas yang diharapkan dapat kembali mendukung sistem kelistrikan.
“Di PLTU Jeneponto itu masih ada kurang lebih 300 megawatt yang akan pulih,” ungkapnya.
Dari kapasitas tersebut, sebanyak 125 MW ditargetkan kembali beroperasi paling lambat pada 5 September 2026.
“Untuk 125 megawatt akan pulih di tanggal 5. Mungkin nanti bisa lebih cepat lagi di bulan September,” tutupnya.(jk)
Editor; Manaf Rachmam

















