Ia mencontohkan, penerapan teknologi pertanian di Belanda yang mampu mengoptimalkan lahan terbatas melalui pemanfaatan teknologi sehingga menghasilkan produktivitas pertanian yang tinggi.
Menurutnya, pendekatan serupa dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dan karakteristik Kota Makassar, terutama dalam menjawab tantangan ketahanan pangan.
Pemerintah Kota Makassar tidak harus mengerjakan seluruh proses tersebut sendiri. Pemerintah dapat berperan sebagai pionir dan membuka ruang agar masyarakat, perguruan tinggi, serta pelaku teknologi ikut terlibat.
“Kami dari pemerintah kota concern benar terhadap ini untuk tidak melakukan segalanya, tetapi menjadi pionir, pelopor untuk memastikan keterlibatan masyarakat dalam rangka mengakses Internet of Things, khususnya di bidang pertanian,” terangnya.
Lebih jauh, Munafri meminta mahasiswa teknik elektro mengubah cara pandang terhadap masa depan karier.
Menurutnya, lulusan teknik elektro tidak semestinya hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga memiliki peluang besar menjadi pencipta lapangan kerja.
Dia menilai kompetensi teknik elektro memiliki karakter spesifik yang dapat dikembangkan menjadi berbagai inovasi, produk, maupun usaha berbasis teknologi.
“Saya berharap lulusan sarjana teknik elektro ini atau melalui FORTEI tidak lagi hanya berbicara tentang di mana bekerja. Yang harus kita lakukan adalah bagaimana alumni mahasiswa ini nanti bisa menjadi pekerja,” beber Munafri.
Ia juga menilai peluang tersebut terbuka seiring semakin luasnya kebutuhan industri terhadap teknologi dan sistem digital.
Karena itu, forum seperti Seminar Nasional Teknik Elektro 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai ruang diskusi akademik, tetapi menghasilkan gagasan yang dapat diterapkan secara nyata.
Munafri juga membuka kesempatan kepada FORTEI dan perguruan tinggi untuk membawa berbagai konsep teknologi modern yang dapat diterapkan di Kota Makassar.
Salah satu yang ditekankan adalah pengembangan sistem penerangan jalan berbasis teknologi pintar yang mampu mengatur penggunaan energi berdasarkan keberadaan kendaraan atau aktivitas di jalan.
Menurutnya, inovasi semacam itu dapat menjadi bagian dari upaya membangun kota yang lebih efisien dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Hal seperti inilah yang akan kita coba membangun. Saya ingin dari FORTEI, khususnya Universitas yang ada di Kota Makassar ini, datang kepada Pemkot membawakan konsep modern yang bisa terapkan di Kota Makassar,” katanya.
Munafri menegaskan Pemerintah Kota Makassar terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung pembangunan kota.
Ia menilai pertemuan dengan FORTEI dan mahasiswa teknik elektro menjadi awal dari kerja sama yang menghasilkan program konkret.
“Ini merupakan kesempatan yang baik buat saya agar kiranya ini bisa menjadi ruang kolaborasi yang baik antara Pemerintah Kota Makassar dengan FORTEI,” tutupnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















