Home / Sulsel / Wajo

Sabtu, 21 Mei 2022 - 22:23 WIB

Kawasan Telaga Biru Bakal Dilengkapi Monas, Bupati Wajo Support Pengembangan Wisata

MDIASINERGI.CO WAJO — Tidak perlu jauh-jauh ke Jakarta untuk melihat Monumen Nasional (Monas). Di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, pun bisa. Peletakan batu pertama replika Monas baru saja berlangsung di Kawasan Wisata Telaga Biru, Desa Lempong, Kecamatan Bola, Sabtu (21/5/2022).

Bupati Wajo, Amran Mahmud, yang langsung melakukan peletakan batu pertama. Seremoninya dilaksanakan usai pelaksanaan salat Isya. Orang nomor satu di Bumi Lamaddukelleng ini menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan bentuk dukungan untuk pengembangan Kawasan Wisata Telaga Biru.

“Kita sangat bersyukur atas keberadaan Kawasan Wisata Telaga Biru, yang menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Wajo. Bahkan, informasinya, setelah lebaran Idulfitri lalu, tempat ini mencatat 10 ribu lebih pengunjung dalam beberapa hari saja,” ucap Amran Mahmud.

Baca Juga:  Bupati Wajo Diskusi dengan Generasi Muda Islam Lintas Cabang

Apalagi, lanjut Amran Mahmud, kawasan ini sudah terintegrasi dengan pesantren Nurmilad Boarding School (NBS) yang menyiapkan kader ilmuwan yang unggul dan religius. Artinya, segala pembiayaan untuk NBS ini dialokasikan dari penghasilan yang diperoleh dari kawasan wisata ini.

Pada kegiatan yang dihadiri pendiri Yayasan Karya Cipta NBS, Prof. Wahyuddin Latunreng, bersama keluarga, Camat Bola, Andi Sriwana Hafid, bersama Kepala Lempong dan Balielo, Ketua Yayasan Budaya Wajo, Sudirman Sabang, serta tamu kehormatan dan undangan lainnya ini, Amran Mahmud mengaku dirinya tidak lagi khawatir dengan keberadaan NBS. Menurutnya, salah satu yang menjamin keberlangsungan proses pendidikan adalah ketersediaan pendanaan.

Baca Juga:  Munafri-Aliyah Akan Salat Idul Adha Bersama Ribuan Warga di Lapangan Karebosi

“Untuk NBS ini, pembiayaannya sudah terjamin oleh Kawasan Wisata Telaga Biru. Konsep pendidikan seperti ini tentu perlu patut kita apresiasi dan bisa dicontoh. Saya pribadi juga sedang merintis pondok tahfiz berbasis pertanian terpadu, artinya pondok tahfiz yang pembiayaan operasionalnya dari hasil pertanian terpadu di kawasan tersebut,” tuturnya.

Amran Mahmud pun menyampaikan terima kasih dan penghargaan tinggi kepada Prof. Wahyuddin Latunreng bersama seluruh keluarga atas segala dukungannya terhadap program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo.

Share :

Baca Juga

Sulsel

Bersama Mentan RI, Wali Kota Munafri Ramaikan Fun Walk Dies Natalis ke-70 Unhas

Sulsel

Percepat Normalisasi Antrean BBM, Munafri Sarankan Klaster SPBU dan Jadwal Khusus Truk-Bus

PINRANG

UPT SDN 240 Pinrang Bangun Karakter Siswa Melalui Ekstrakurikuler

Sulsel

Resmikan Kantor UPP Anjungan Losari, Hj Umiyati: Pelayanan Parkir Harus Semakin Profesional

Sulsel

Tekan Mobilitas di Tengah Antrean BBM, Pemkot Makassar Terapkan Pembelajaran Daring

Sulsel

Penataan Parkir Jadi Cerminan Kota, Munafri Minta Direksi Parkir Tak Berhenti Berbenah

Sulsel

Antrean BBM Jadi Keluhan Warga, Munafri Cek Langsung di SPBU dan Temukan Nozzle Tak Berfungsi

Sulsel

Pastikan Kawal Persoalan Antrean BBM, Munafri Temui Petinggi Pertamina Minta Semua Nozzle SPBU Diaktifkan