Laporan H. Manaf Rachman
MEDIASINERGI.CO MAKASSAR — Disela-sela acara peresmian soft opening pemanfaatan gedung baru Kantor PWI Provinsi Sulawesi Selatan, yang berlokasi di Jalan Maccini Sawah No.12 Makassar, Senin, 14 Agustus 2023 lalu, yang dihadiri para ketua PWI Provinsi dari seluruh Indonesia. Ketua Umum PWI Pusat, Atal S.Depari menyatakan acara soft opening ini memiliki momontum bersejarah, karena soft opening dilaksanakan tepat pada bulan Agustus dimana seluruh bangsa Indonesia memperingati Hari Kemerdekaan ke-78.
Momentum acara soft opening gedung baru PWI Sulsel secara kebetulan terjadi di bulan Agustus 2023, sehingga tercatat dalam sejarah bahwa PWI Provinsi Sulsel juga kini memiliki fasilitas kantor miliksendiri, setelah sekian lama berkantor di lahan milik Pemerintah Provinsi Sulsel.
“Saya pikir ini merupakan momentum bersejarah karena PWI Sulsel sudah miliki kantor sendiri dan merupakan yang pertama di Indonesia, karena hampir sebagian besar kantor PWI Provinsi itu masih menggunakan fasilitas gedung kantor aset milik pemerintah yang dipinjamkan ke PWI,” ujar Atal dengan penuh semangat.
Sambil mengangkat tangan ke atas, Atal menyatakan pada acara soft opening Kantor PWI Provinsi Sulsel akan dijadikan sebagai momentum untuk menyatakan diri siap maju dan bertarung serta berjuang untuk
melanjutkan kepermimpinan periode kedua dalam pemilihan Ketua Umum PWI Pusat di Kongres PWI yang
diselenggarakan di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat pada 25 September 2023 mendatang.
Kedatangan Ketua Umum PWI Pusat, Atal S.Depari disambut dengan acara tradisional Bugis Makassar yang dikenal dengan Angngaruk, yang hanya dipersembahkan kepada tamu istimewa sebagai penghormatan yang tinggi kepada tamu tersebut.
Tradisi Angngaruk merupakan acara tradisi suku Bugis Makassar yang berisi kata-kata bijak dan heroik dalam bahasa Makassar, yang maknanya penuh dengan ungkapan kata-kata motivasi untuk bekerja dan berjuang demi untuk meraih apa yang dicita-citakan.
Prosesi adat seperti ini biasanya hanya digelar pada saat acara tertentu dengan menampilkan seorang pemuda yang tampil menggunakan baju khas Bugis Makassar dengan badik terhunus menyampaikan ungkapan kata-kata bijak dalam bahasa Makassar yang memiliki makna sebagai bentuk penerimaan seorang tamu terhormat.
Usai acara Angngaruk dirangkaikan dengan pemasangan topi khas suku Bugis Makassar yang dikenal dengan Topi Passapu berwarna merah yang menggambarkan pakaian khas pejuang suku Makassar.
Topi Passapu ini digunakan oleh seorang tokoh pejuang yang gigih berani dalam melawan Beland, seperti yang dilakukan oleh opejuang nasional Sultan Hasanuddin yang terkenal dengan julukan Ayam Jantang dari Timur.
Rangkaian acara pemasangan Topi Passapu, Atal S.Depari juga diberikan sebuah Badik suku Bugis Makassar sebagai simbol untuk selalu tegas dalam mengucapkan sumpah dan janji dan berkomitmen menegakkan aturan, tegas dalam menumpas atau melawan musuh dan konsisten dalam menjalankan
amanah dari masyarakat.
















