MEDIASINERGI.CO ENREKANG — Sampah rumah tangga tampak berserakan di pingggir jalan dan Sampah tersebut dibiarkan.
Sehinggah sampah di masa pemerintahan Bupati Enrekang Muhammad Yusuf Ritangnga dan Wakil Bupati Andi Tenri Liwang Latinro masi menjadi permasalahan yang klasik sebab sampai saat ini sampah terlihat menumpuk didepan rumah rumah warga, depan toko, sekolah sudut sudut pasar yang menimbulkan bau tidak sedap ditambah lagi dengan rawan menjadi sumber timbulnya penyakit bagi masyarakat, hal tersebut menjadi keluhan dan keresahan masyarakat.
Salah satu warga yang tinggal di sekiran kota Enrekang berinisial AR menyoroti Pemerintah Daerah Kabupaten Enrekang khusus Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup yang di anggap belum bisa mengatasi persoalan sampah dan belum bisa melayani masyarakat dengan baik khususnya masalah kebersihan sampah yang dibiarkan bertumpuk berhari hari pada hal masyarakat telah rutin membayar retribusi sampah sesuai dengan peraturan daerah kabupaten Enrekang Sulsel yang lumayan besar untuk sampah rumah tangga sebesar Rp.10 ribu rupiah per satu rumah lain lagi dengan reribusi sampah bagi usaha.
“Harusnya Pemerintah Daerah memperbaiki pelayanan, menyiapkan sarana dan prasarana untuk pelayanan pengangkutan sampah dan personil tenaga kerja dalam mengangkut baru melakukan pungutan retribusi, ” kata AR.
















