MEDIASINERGI.CO MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin atau yang akrab disapa Appi, memanfaatkan waktu kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) untuk memastikan langsung pelaksanaan program kebersihan di lapangan.
Di dampingi sejumlah SKPD, Jumat 24 April 2026 pagi, Appi kembali turun menyusuri sejumlah ruas jalan dengan mengayuh sepeda, memantau kondisi lingkungan sekaligus mengawal pelaksanaan gerakan “Jumat Bersih” yang telah dicanangkan Pemerintah Kota Makassar sejak 2025 lalu.
“Giat pagi ini memantau kebersihan kota. Kegiatan ini menjadi bagian dari pendekatan langsung kami pemerintah kota, memastikan kebersihan kota tetap terjaga secara konsisten,” jelas Munafri.
Tak hanya melakukan pemantauan, Appi juga menunjukkan respons cepat terhadap aduan masyarakat soal pohon tumbang dan pembersihan di kanal.
Ini terlihat, saat Appi menerima laporan terkait tumpukan sampah dan pohon tumbang di kanal Kompleks Marindah, Kecamatan Mamajang, tepatnya di Kelurahan Maricaya Selatan, ia langsung mengambil langkah cepat.
Tanpa menunda waktu, Munafri langsung menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum (PU), serta pihak kecamatan setempat untuk berkolaborasi melakukan pembersihan kanal pada hari Jumat pagi.
Langkah cepat ini menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam menangani persoalan kebersihan secara responsif dan terkoordinasi, sekaligus memastikan setiap aduan warga dapat ditindaklanjuti dengan aksi nyata di lapangan.
Orang nomor satu Kota Makassar itu menegaskan, setiap aspirasi dan aduan warga terkait kebersihan serta penataan lingkungan akan direspon secara cepat dan ditangani Dinas terkait
Appi memastikan tidak ada laporan masyarakat yang diabaikan, terlebih jika menyangkut persoalan mendasar seperti sampah, drainase, hingga potensi banjir di wilayah permukiman.
“Saya pastikan setiap aduan warga akan kami respon cepat dan tidak ditunda-tunda. Ini menjadi komitmen kami untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan di Kota Makassar,” tegasnya.
Sedangkan, Camat Mamajang, Rizal ZR, menjelaskan sampah yang berasal dari perbatasan Kecamatan Mariso dan Tamalate terbawa arus air hingga ke hilir di wilayah Kecamatan Mamajang.
Kondisi ini menyebabkan penumpukan sampah di sejumlah titik kanal yang membutuhkan penanganan intensif.
















