Home / Batam

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:21 WIB

Silaturahmi di Batam, Abdul Kadir Karding Ingatkan Warga KKSS Jaga Warisan Leluhur

MEDIASINERGI.CO

BATAM – Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat (BPP) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Abdul Kadir Karding, mengimbau warga KKSS di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk senantiasa menjaga dan merawat warisan perjuangan para leluhur.

Pesan tersebut disampaikan oleh pria berdarah Soppeng, Sulawesi Selatan itu melalui sebait pantun dalam acara silaturahmi bersama pengurus KKSS Kepri dan Batam di Kopi Boemi, Batam Center, Batam, Senin 29 Juni 2026 malam.

“Pohon bakau di tepi selat, tempat singgah burung merpati, darah Daeng Cellak pembawa daulat, warisan leluhur abadi di hati,” ucap Abdul Kadir Karding, yang saat ini juga menjabat sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin).

Baca Juga:  Pemkot Batam Lakukan Percepatan Vaksinasi Booster

Dalam kesempatan tersebut, Karding mengajak seluruh warga KKSS di Kepri untuk mengimplementasikan falsafah luhur budaya Bugis-Makassar, yaitu Sipakatau (saling memanusiakan), Sipakalebbi (saling memuliakan), dan Sipakainge (saling mengingatkan), sebagai fondasi keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Mari kita saling memanusiakan, saling memuliakan, dan saling mengingatkan. Jaga soliditas dan jadikan organisasi KKSS ini sebagai rumah besar bersama untuk membangun jejaring,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) KKSS Kepri, Ady Indra Pawennari, dalam sambutannya memaparkan catatan sejarah mengenai ketangguhan para leluhur asal Sulawesi Selatan di bumi Kepri pada abad ke-18 silam.

Baca Juga:  Wakil Wali Kota Batam Safari Ramadan ke Tanjung Riau

“Di Kepri inilah tempat lima Opu Daeng Bersaudara, yaitu Opu Daeng Parani, Opu Daeng Manambung, Opu Daeng Marewah, Opu Daeng Cellak, dan Opu Daeng Kemasi—putra dari Opu Daeng Rilakka keturunan ke-33 Raja Luwu—pernah menorehkan kejayaan,” kata Ady.

Dengan keberanian yang berlandaskan prinsip Siri’ na Pacce, Ady melanjutkan, lima Opu Daeng Bersaudara tersebut berdiri kokoh menghalau penjajah di Semenanjung Melayu pada masa pemerintahan Kesultanan Riau-Lingga-Johor-Pahang.

Sejarah mencatat, perjuangan tersebut melahirkan kepemimpinan formal-struktural yang menempatkan Opu Daeng Marewah dan Opu Daeng Cellak sebagai Yang Dipertuan Muda Riau I dan II pada rentang tahun 1722 hingga 1745.

Share :

Baca Juga

Batam

Wakil Wali Kota Batam Safari Ramadan ke Tanjung Riau

Batam

Pemkot Batam Lakukan Percepatan Vaksinasi Booster