Bahkan, tempat ini, kata dia, akan menjadi pusat menggembleng para petani, menjadi pusat percontohan, mengutus kelompok tani di tiap desa dan bisa mencontoh semangat ataupun skill nya.
“Saya mengajak beberapa perusahaan ataupun stakeholder untuk mempersiapkan ini dan bisa mempersiapkan secara mandiri. Saya ingin petani petani kita bangga menjadi petani dengan penghasilannya sendiri, sehingga pikirannya tidak bertumpu untuk menjadi pegawai honorer ataupun pegawai lainnya. Kita mau mencetak 10.000 interpreneur. Kedepan Wajo akan menjadi pilot project nantinya di Indonesia,” pungkasnya.
Amran Mahmud menambahkan bahwa dirinya bersama Wakil Bupati Wajo akan selalu hadir disini untuk memantau , dan sedapat mungkin tempat ini menjadi tempat agrowisata atau wisata pertanian di Kabupaten Wajo
“Tempat ini akan kita desain seindah mungkin, kedepannya tidak ada lagi lahan kosong yang tidak produktif, semuanya akan menjadi produktif,” tandasnya.

Senada dengan hal tersebut Wakil Bupati Wajo H. Amran, SE dalam sambutannya mengatakan pertanian terpadu merupakan program andalan. Pasalnya lahan pertanian Wajo luas. Sehingga perlu juga ciptakan inovasi kepada para petani.
“Tempat ini akan menjadi pendidikan dari para petani , kita harus meningkatkan hasil pertanian dan menciptakan branding bagi petani kita, sehingga harga hasil pertanian tidak lagi dimainkan oleh para tengkulak. Kita menuju ke modernisasi pertanian dengan menciptakan inovasi,” ungkap Amran SE.(Advertorial)
















