“Berbagai gangguan stabilitas Kamtibmas berupa aksi serangan teror, baik kepada masyarakat maupun kepada personil dan markas polri. Berbagai kejahatan yang meresahkan masyarakat seperti pencurian, perampokan, penjambretan dan premanisme, aksi intoleransi dan kekerasan seperti akses sweeping oleh ormas, gangguan terhadap kelancaran dan keselamatan transportasi darat laut dan udara,” ujar Amran Mahmud.
Permasalahan terkait stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok dan bencana alam, kata dia, tetap menjadi potensi kerawanan yang harus diantisipasi secara optimal dalam operasi ketupat 2019.
Analisis dan evaluasi terhadap penyelenggaraan operasi ketupat tahun 2018 menunjukkan tingkat keberhasilan yang sangat baik. Koordinasi dan kerjasama sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan operasi ketupat tahun 2018 mendapatkan apresiasi positif dari publik.
“Saya memiliki keyakinan dan harapan bahwa keberhasilan yang telah diraih dalam operasi ketupat tahun 2018, akan dapat ditingkatkan di tahun 2019 ini. Polri didukung TNI dan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam operasi ketupat tahun 2019, akan bekerja keras dan mengerahkan segenap sumber daya dalam pengamanan Ramadhan dan idul Fitri tahun 2019,” tandasnya.
Amran Mahmu mengutarakan, berbagai upaya cipta kondisi menjelang operasi ketupat tahun 2019 juga telah dilaksanakan dengan baik, selain itu berbagai infrastruktur pendukung juga telah dipersiapkan secara optimal oleh pemerintah.
Dijelaskan bahwa ada dua tujuan yang hendak dicapai dari pelaksanaan apel gelar pasukan ini, yaitu untuk mengecek kesiapan personel peralatan dan seluruh aspek operasi, termasuk sinergitas dan solidaritas komponen penyelenggara. Kedua untuk menunjukkan kesiapan penyelenggaraan operasi terhadap publik sehingga akan menemukan ketenangan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.(Advertorial)
















