MEDIASINERGI.CO WAJO — Sejumlah upaya yang dilakukan Pemkab Wajo dalam memberikan layanan kepada masyarakat diantaranya, menyiapkan anggaran untuk jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) bagi masyarakatnyang tidak memiliki KIS/BPJS, melakukan kerjasama dengan lembaga keuangan dan Lembaga Amil zakat untuk pemberian bantuan kesehatan kepada masyarakat tidak mampu, dan pengadaan Oto Dottoro yang sedang menunggu izin operasional.
Oto Dottoro memberi pelayanan kegawatdaruratan kepada masyarakat Wajo, dan ini merupakan program kerja nyata dari 25 (dua puluh lima) Program kerja nyata Bupati dan Wakil bupati Wajo.
Pelaksana Tugas Dinas Kesehatan Wajo, drg Nur Asri Idrus menjelaskan, Oto Dottoro ini nantinya berfungsi menerima perintah dan arahan dari Pusat Layanan Kegawat daruratan sesuai SOP, memberikan pelayanan kesehatan yang sifatnya darurat sesuai instruksi dokter jaga, mempercepat proses evakuasi korban atau pasien gawat darurat menuju fasilitas kesehatan terdekat, mencegah kecacatan dan kematian akibat kegawatdaruratan, mengupayakan penanganan lainnya yang dianggap perlu terkait dengan penanganan kegawat daruratan.
Sebanyak lima Oto Dottoro yang akan ditempatkan pada sejumlah Puskesmas, diantaranya Puskesmas Pitumpanua untuk melayani wilayah kerja Puskesmas Pitumpanua, Keera, Salobulo. Puskesmas Majauleng untuk wilayah Puskesmas Majauleng, Tosora, Gilireng, dan Wewangrewu. Puskesmas Pammana untuk wilayah kerja Puskesmas Pammana, Sabbangparu, Liu, Lempa dan Solo. Puskesmas Maniangpajo untuk wilayah kerja Puskesmas Maniangpajo, Belawa, dan Tanasitolo, sementara Puskesmas Takkalalla untuk wilayah kerja Puskesmas Takkalalla, Parigi, Sajoanging dan Penrang, dan satu mobil PSC melayani Puskesmas Tempe, Salewangeng dan Pattirosompe.
















